Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Harga Batu Bara Landai, Emiten Genjot Kontribusi Kalori Tinggi

Sepanjang paruh pertama  2020 harga batu bara acuan Newcastle untuk kontrak Juli 2020 terkoreksi 25,14 persen.
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang./abm-investama.com
Proses pengapalan batu bara dari conveyor belt ke kapan tongkang./abm-investama.com

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah emiten pertambangan batu bara terus menggenjot kontribusi batu bara berkalori tinggi sebagai salah satu upaya menjaga kinerja di tengah tren penurunan harga batu bara.

Untuk diketahui, sepanjang paruh pertama  2020 harga batu bara acuan Newcastle untuk kontrak Juli 2020 terkoreksi 25,14 persen. Dalam lima tahun terakhir, kinerja itu menjadi kinerja enam bulanan terburuk bagi harga batu bara. Adapun, pada penutupan perdagangan Senin  (29/6/2020) harga batu bara parkir di level US$52,7 per ton, turun 2,77 persen.

Sementara itu, harga batu bara acuan (HBA)  dalam negeri di Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada paruh pertama tahun ini terkoreksi 19,64 persen. Pada Juni 2020, HBA berada di posisi US$52,98 per ton.

Investor Relation PT United Tractors Tbk.  Ari Setiyawan mengaku bahwa perseroan tengah meningkatkan kapasitas produksi batu bara berkalori tinggi atau batu bara kokas. 

Hal itu tercermin dari kinerja volume penjualan batu bara perseroan pada lima bulan pertama tahun ini. Hingga Mei 2020, emiten berkode saham UNTR itu berhasil membukukan volume penjualan batu bara kokas sebanyak 779.000 ton.

Realisasi itu naik 42,67 persen dibandingkan dengan capaian periode yang sama tahun lalu yang hanya mencatatkan penjualan batu bara sebanyak 546.000 ton.

Adapun, kontribusi batu bara jenis kokas terhadap keseluruhan penjualan batu bara UNTR saat ini juga meningkat menjadi 15,4 persen dibandingkan dengan lima bulan pertama tahun lalu hanya sekitar 13,5 persen.

“Sejak PT Suprabari Mapanindo Minerals (SMM) diakuisisi pada 2017, secara bertahap kami naikkan kapasitas produksinya,” ujar Ari kepada Bisnis, Senin (29/6/2020).

Untuk diketahui, UNTR melalui anak usahanya, PT Tuah Turangga Agung, mengakuisisi PT SMM pada 2017 lalu. PT SMM adalah perusahaan yang memproduksi batu bara kokas dan memiliki cadangan 40 juta ton di Kalimantan Tengah.

Direktur dan Corporate Secretary PT Bumi  Resources Tbk. Dileep Srivastava mengatakan bahwa efek pandemi Covid-19 terus mempengaruhi harga batu bara global dan permintaan di beberapa pasar perseroan.

“Strategi kami adalah dengan meningkatkan produksi batu bara dengan kalori tinggi dan terus memasok ke pasar tradisional kami, sembari menanti India untuk membuka lockdown-nya,” ujar Dileep kepada Bisnis, Selasa (2/6/2020).

Komitmen untuk menggenjot produksi batu bara kalori tinggi tersebut pun telah tercermin dari stripping ratio perseroan yang naik 4 persen ke 8,1 pada kuartal I/2020 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebesar 7,8.

Adapun, pada tiga bulan pertama tahun ini emiten berkode saham BUMI itu telah memproduksi batu bara sebanyak 20,8 juta ton, naik 5 persen dari kuartal I/2019 sebesar 19,7 juta ton.

Sementara itu, volume penjualan BUMI pada kuartal I/2020 sebesar 21,5 juta ton. Perolehan tersebut naik 3 persen daripada kuartal I/2019 sebesar 20,8 juta ton.

Di sisi lain, PT ABM Investama Tbk., menyiapkan dana US$150 juta hingga US$250 juta untuk mengakuisisi tambang baru berkalori tinggi, yaitu di atas 4.000 kcal.

Direktur ABM Investama Adrian Erlangga Sjamsul mengatakan bahwa hal itu dilakukan sebagai upaya untuk menambahkan sumber cadangan baru di seluruh Indonesia sebagai modal keberlanjutan usaha perseroan ke depan. Saat ini cadangan batu bara perseroan berada di kisaran 250-260 juta ton.

Adapun, Adrian mengharapkan akuisisi tersebut dapat terlaksana pada tahun ini dan akan menambahkan setidaknya 70-100 juta ton untuk cadangan batu bara perseroan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Finna U. Ulfah
Editor : Rivki Maulana

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper