Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jumlah Kasus Covid-19 Melonjak, Bursa India Lanjutkan Tren Pelemahan

Berdasarkan laporan dari Bloomberg pada Kamis(25/6/2020), indeks S&P BSE Sensex terpantau turun 0,5 persen ke posisi 34.705,95.
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India./nseindia.com
Gedung National Stock Exchange (NSE) di Mumbai, India./nseindia.com

Bisnis.com, JAKARTA – Kekhawatiran investor terhadap dampak pandemi virus corona terhadap perekonomian membuat bursa India terkoreksi pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan laporan dari Bloomberg pada Kamis(25/6/2020), indeks S&P BSE Sensex terpantau turun 0,5 persen ke posisi 34.705,95 hingga pukul 10.08 waktu Mumbai, India.

Koreksi juga terjadi pada indeks Nifty 50 yang menurun 0,4 persen. Penurunan ini merupakan yang kedua kali secara beruntun setelah indeks juga ditutup terkoreksi pada Rabu kemarin.

Sebanyak 9 dari 19 indeks subsektor yang dikumpulkan oleh BSE Ltd mengalami koreksi yang mayoritas dimotori oleh pergerakan saham sektor teknologi.

HDFC Bank Ltd menjadi salah satu saham pemberat pergerakan indeks hari ini yang juga diikuti oleh InfosysBank Ltd yang turun 2,4 persen. Sementara itu, ITC Ltd bergerak ke zona hijau dengan menguat 2,5 persen

Sementara itu, indeks NSE Nifty 50 juga bergerak ke zona hijau sebesar 0,32 persen ke level 10.344,15. Kedua indeks tersebut berpeluang mencatatkan kenaikan terbesar dalam 1 kuartal sejak 2009.

"Tekanan dari kenaikan jumlah kasus virus corona dan perlambatan ekonomi global akan menjadi sentimen negatif bagi pasar India," ujar Investment Adviser di Arihant Capital Markets Ltd., Anita Gandhi.

Sementara itu, Interational Monetary Fund (IMF) juga memproyeksikan produk domestik bruto (PDB) India akan mengalami kontraksi terbesar dari negara-negara lain pada 2020. Hal tersebut dikarenakan pemulihan ekonomi yang berjalan lamban dan kebijakan lockdown yang masih berlangsung.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper