Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Investor Resah Tarif Baru, Bursa Eropa Anjlok Hampir 3 Persen

Bursa Eropa turun tajam pada akhir perdagangan Rabu (24/6/2020), di tengah bangkitnya kekhawatiran investor seputar prospek pengenaan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat.
Bursa Efek Frankfurt./ Alex Kraus - Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt./ Alex Kraus - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Eropa turun tajam pada akhir perdagangan Rabu (24/6/2020), di tengah bangkitnya kekhawatiran investor seputar prospek pengenaan tarif baru oleh pemerintah Amerika Serikat.

Pergerakan indeks Stoxx Europe 600, yang mewakili saham perusahaan-perusahaan di 17 negara kawasan Eropa, ditutup di level 357,17 dengan penurunan tajam 10,23 poin atau 2,78 persen.

Pada perdagangan Selasa (23/6/2020), indeks Stoxx mampu berakhir di level 367,40 dengan kenaikan tajam 4,70 poin atau 1,30 persen.

Saham produsen mobil dan perusahaan travel mendorong pelemahan Stoxx. Saham-saham seperti Diageo Plc. dan produsen barang-barang mewah juga turun karena kemungkinan pengenaan tarif AS terhadap ekspor senilai US$3,1 miliar dari Prancis, Jerman, Spanyol, dan Inggris.

Menurut pemberitahuan yang dipublikasikan pada Selasa (23/6/2020) malam waktu setempat, Perwakilan Perdagangan Amerika berkehendak untuk mengenakan tarif baru pada ekspor Eropa seperti zaitun, bir, gin (jenis minuman beralkohol), dan truk.

Di tengah lonjakan kasus-kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) yang muncul di AS dan Jerman, pasar saham juga terbebani komentar Kepala Ekonom Bank Sentral Eropa Philip Lane.

Lane mengatakan bahwa Program Pembelian Darurat Pandemi tidak open ended. Lane juga memperingatkan agar tidak terlalu terbuai dengan tanda-tanda awal rebound di kawasan euro.

Pasar saham Eropa telah melorot dari level tertinggi yang mampu dibukukannya baru-baru ini dan berada di jalur kenaikan lebih rendah sebesar 1,9 persen hingga akhir Juni.

Ini lantaran investor mencermati pelonggaran pembatasan-pembatasan di seluruh Eropa terhadap risiko gelombang baru penyebaran Covid-19.

“Dalam hal pelonggaran pembatasan, kami sedikit wait and see,” ujar fund manager di BMO Global Asset Management David Moss, seperti dikutip dari Bloomberg.

“Saya pikir sebagian besar orang mungkin akan menerima bahwa, seperti biasa, pasar telah memperhitungkan soal beberapa pembukaan kembali (reopening), atau pembukaan kembali sampai batas tertentu, sebelum itu benar-benar terjadi,” tambahnya.

Di antara indeks saham utama penekan Stoxx pada Rabu adalah indeks FTSE 100 Inggris (-3,11 persen), CAC 40 Prancis (-2,92 persen), dan DAX Jerman (-3,43 persen).

Sementara itu, saham Wirecard kembali terbenam dan anjlok 28,30 persen sekaligus membukukan penurunan terbesar pada Stoxx, disusul saham Micro Focus International PLC (-9,94 persen) dan TUI AG (-9,27 persen).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper