Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Disebut Kebal Pandemi, Kinerja Tiga Sektor Ini Diprediksi Masih Solid

Sektor telekomunikasi, perbankan, dan konsumer diprediksi masih bisa mencetak keuntungan pada kuartal II/2020 kendati di masa tersebut diberlakuka pembatasan sosial berskala besar (PSBB).
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  19:32 WIB
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Sejumlah pekerja berjalan usai bekerja dengan latar belakang gedung perkantoran di Jl. Jenderal Sudirman, Jakarta, Kamis (16/4/2020). Pemprov DKI Jakarta akan memberikan sanksi berupa mencabut perizinan kepada perusahaan yang tetap beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kecuali delapan sektor yang memang diizinkan. - ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten di sektor telekomunikasi, konsumer, dan perbankan diprediksi masih bisa meraup keuntungan pada kuartal II/2020 kendati sepanjang periode tersebut kondisi diterapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang membatasi aktivitas perekonomian. 

Kepala Riset Praus Capital Alfred Nainggolan mengatakan ketiga sektor tersebut cenderung masih memiliki performa positif dan akan menjadi modal utama bagi perusahaan untuk menggenjot laba dan harga saham.

Alfred menjelaskan, sektor telekomunikasi menjadi salah satu pihak yang paling diuntungkan pada kondisi ini. Hal ini terlihat dari konsumsi paket data internet yang mengalami kenaikan cukup signifikan. 

Salah satu perusahaan telekomunikasi yang berpeluang menambah cuan secara signifikan adalah PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. Emiten berkode saham TLKM tersebut, lanjut Alfred, bahkan dapat meningkatkan keuntungan mereka secara tahunan.

"Untuk TLKM pada kuartal II/2020 masih ada potensi improve secara year on year," katanya.saat dihubungi Bisnis, Jumat (19/6/2020).

Berdasarkan laporan keuangan tahunan 2019,TLKM membukukan pertumbuhan baik di pos pendapatan maupun laba bersih sepanjang 2019. TLKM mencatatkan pendapatan Rp135,56 triliun pada 2019, naik 3,66 persen dari Rp130,78 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. 

Adapun kontributor terbesar adalah dari pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika yakni sebesar Rp72,78 triliun, naik dari Rp65,55 triliun pada 2018. Dari situ, TLKM mampu membukukan laba bersih Rp18,66 triliun pada 2019. Pencapaian itu tumbuh 3,50 persen dari Rp18,03 triliun periode 2018.

Sementara itu, untuk sektor konsumer, menurut Alfred permintaan terhadap barang-barang masih cukup solid. Tren positif tersebut juga akan berlanjut pada kuartal mendatang.

Adapun untuk perbankan, ia mengakui sektor ini cukup terdampak pandemi virus corona. Namun, ia memprediksi pemulihan pada bidang ini akan cepat karena banjir stimulus dan relaksasi dari regulator. 

"Saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) berpeluang mendapat keuntungan yang cukup baik meskipun memang secara kinerja akan sedikit mengalami penurunan," imbuhnya.

Sementara itu, emiten yang akan sulit menggenjot kinerja diantaranya adalah PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Petrochemical (TPIA), PT Sinar Mas Multiartha (SMMA) dan PT Astra International Tbk., (ASII). Pasalnya, produk-produk emiten tersebut relatif sensitif untuk kondisi saat ini.

"Selain itu, mereka juga akan sangat terdampak pada perlambatan perekonomian global," pungkasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bri telkom hm sampoerna Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top