Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Telkom (TLKM) Dilepas Asing Rp184 Miliar, Tetap Royal Dividen Rp15,26 Triliun

Sejumlah saham big caps menjadi sasaran aksi jual asing. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau TLKM menempati urutan pertama yang paling banyak dilego asing dengan net foreign sell sebesar Rp184,0 miliar.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 19 Juni 2020  |  16:28 WIB
Karyawan melayani pelanggan di pusat layanan pelanggan Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin(27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha
Karyawan melayani pelanggan di pusat layanan pelanggan Telkomsel di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Senin(27/1/2020). Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA — Saham PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) dilego asing Rp184 pada perdagangan Jumat (19/6/2020) kendati Rapat Umum Pemegang Saham memutuskan dividen jumbo.

IHSG melenggang di zona hijau sejak awal perdagangan, bahkan sempat menyentuh level tertingginya di 4.970,06. Adapun titik terendah indeks hari ini di level 4.927,37.

Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak 165 saham menguat, 248 saham melemah, dan 156 lainnya stagnan.

Adapun total transaksi yang terjadi di perdagangan terakhir pekan ini mencapai Rp7,25 triliun, dengan aksi jual bersih investor asing mencapai Rp653,44 miliar.

Sejumlah saham big caps menjadi sasaran aksi jual asing. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. atau TLKM menempati urutan pertama yang paling banyak dilego asing dengan net foreign sell sebesar Rp184,0 miliar.

Sepanjang hari ini, saham TLKM bergerak di posisi Rp3.250 - Rp3.340. Namun, saham ditutup di level Rp3.280, sama seperti perdagangan kemarin.

Sementara itu, Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. menyetujui pembagian dividen sebesar Rp15,26 triliun atau Rp154,06 per saham.

Jumlah tersebut merupakan 81,78 persen dari laba bersih TLKM pada tahun buku 2019 yang mencapai Rp18,03 triliun. Adapun besaran dividen tersebut terdiri atas 60 persen dividen tunai dan 21,78 persen dividen spesial.

Sementara itu, sisa 18,22 persen laba yang tidak dibagikan sebagai dividen masuk ke dalam pos laba ditahan perseroan.

Dalam catatan Bisnis, dividen yang dibagikan tahun ini lebih rendah dibandingkan dengan tahun lalu yang sebesar 90 persen dari laba bersih perseroan yang mencapai Rp18,66 triliun, yakni Rp16,23 triliun atau Rp163 per saham.

Sebagai informasi, berdasarkan laporan keuangan tahun buku 2019, Telkom membukukan laba bersih Rp18,66 triliun atau tumbuh 3,50 persen secara tahunan.

Laba tersebut ditopang oleh pendapatan bersih perseroan yang mencapai Rp135,56 triliun pada 2019. Adapun realisasi pendapatan itu naik 3,66 persen dari Rp130,78 triliun pada periode 2018.

Pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika menjadi kontributor utama perseroan senilai Rp72,78 triliun per 31 Desember 2019. Realisasi itu naik dari Rp65,55 triliun pada 2018.

Sementara kontributor terbesar kedua pendapatan TLKM berasal dari pendapatan telepon senilai Rp27,97 triliun. Jumlah itu berasal dari telepon bergerak Rp25,09 triliun dan telepon tidak bergerak Rp2,88 triliun.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

BUMN telkom RUPS
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top