Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Ditopang Penguatan Saham Apple & Microsoft, Wall Street Lanjutkan Reli

Pelaku pasar meyakini pandemi tidak akan membuat pemerintah di banyak negara mundur terhadap rencana normalisasi kegiatan ekonomi.
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten teknologi memimpin penguatan bursa saham Amerika Serikat sehingga mengantarkan indeks saham ke jalur bullish empat hari berturut-turut. Hal ini terjadi di tengah kekhawatiran gelombang kedua penyebaran virus corona (Covid-19).

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (18/6/2020), Nasdaq Composite Index naik ke posisi tertinggi dalam satu pekan. Kenaikan dipimpin oleh saham Apple dan Microsoft.

Sementara itu, indeks S&P 500 naik lebih tinggi setelah berayun antara zona hijau dan zona merah di awal perdagangan. Pergerakan itu terjadi di tengah peningkatan infeksi virus di China, Iran, dan Brazil yang kemungkinan memerlukan kebijakan pembatasan baru.

Investment Strategy Office Glenmede Trust Michael Reynolds mengatakan volatilitas pasar saham mungkin akan terus terjadi hingga akhir tahun nanti.

"Kita berurusan dengan sesuatu yang tidak ekonomi. Jadi siapapun yang berpikir bisa memprediksi kapan pandemi akan berakhir, pasti sedang bercanda,"ujarnya seperti dikutip dari Bloomberg.

Sementara itu, volume perdagangan saham di Wall Street lebih rendah 27 persen dibandingkan dengan rata-rata 30 hari. Bursa saham AS memang bergejolak dalam dua pekan terakhir. 

Setelah naik ke puncak tertinggi dalam 12 pekan pada 8 Juni 2020 lalu, indeks S&P 500 turun 7 persen selama tiga hari sebelum bangkit dalam tiga sesi berikutnya. Semakin panjang reli, semakin banyak saham S&P 500 yang berlawanan dengan pergerakan dolar AS.

Pelaku pasar meyakini pandemi tidak akan membuat pemerintah di banyak negara mundur terhadap rencana normalisasi kegiatan ekonomi. Gubernur The Federal Reserve Jerome Powell bahkan mendesak Kongres AS untuk tidak mundur terlalu cepat dalam upaya meloloskan bantuan The Fed untuk sektor rumah tangga.

Global Macro Strategist Credit Agricole Xavier Chapard mengatakan pasar saham membentang antara situasi kesehatan akan mengancam beberapa negara di satu sisi. 

"Tapi di sisi lain ada data-data yang menunjukkan bahwa kita telah melewati titik terendah," ujarnya.

Berikut perkembangan pasar keuangan dunia

Saham

  • Indeks S&P 500 naik 0,4 persen pada pukul 13.14 Waktu New York
  • Indeks Dow Jones naik 0,1 perse, tertinggi dalam seminggu
  • Indeks NAsdaq naik 0,9 persen, tertinggi dalam seminggu

Mata Uang

  • Euro turun 0,3 persen menjadi US$1,1233, terlemah dalam dua pekan
  • Yen menguat 0,1 persen menjadi 107,23 per dolar.

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun turun satu basis poin menjadi 0,74 persen
  • Imbal hasil obligasi Jerman 10 tahun naik empat basis poin ke level 0,39 persen

Komoditas

  • Minyak WTI turun 0,6 persen ke posisi 38,14 per dolar AS
  • Emas menguat 0,1 persen ke level US$1.727,64 per troy ounce.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Rivki Maulana
Sumber : Bloomberg

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper