Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pelanggan Melonjak, Link Net (LINK) Optimis Pendapatan Tumbuh Dobel Digit.

Sejak 15 Maret 2020, trafik penggunaan internet Link Netmelonjak hingga 47 persen. Adapun lonjakan didominasi layanan video on demand Netflix yang naik 140 persen, kemudian Youtube 33 persen, dan Google 33 persen.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 09 Juni 2020  |  19:44 WIB
Presiden Direktur Link Net Marlo Budiman (keempat dari kiri) berfoto bersama dewan direksi Link Aja setelah menyampaikan paparan publik di Jakarta, Jumat (26/4/2019). - Bisnis/Dwi Nicken Tari
Presiden Direktur Link Net Marlo Budiman (keempat dari kiri) berfoto bersama dewan direksi Link Aja setelah menyampaikan paparan publik di Jakarta, Jumat (26/4/2019). - Bisnis/Dwi Nicken Tari

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten penyedia layanan internet kabel PT Link Net Tbk. (LINK) mencatat penambahan pelanggan hingga 40 persen selama masa pandemi.  Perseroan optimistis kinerja perusahaan akan terus moncer sepanjang tahun ini. 

CEO & President Director Link Net Marlo Budiman mengatakan dari periode 15 Maret 2020 hingga awal Juni 2020, penambahan jumlah pelanggan baru mencapai 40 persen dibandingkan dengan masa sebelum pandemi.

Meskipun demikian, dia tidak memberikan detail angka jumlah pelanggan yang terdaftar saat ini. Sebagai gambaran, berdasarkan catatan Bisnis, per akhir 2019 lalu jumlah pelanggan First Media mencapai 74.000 pelanggan.

Sementara itu, dalam periode yang sama trafik penggunaan internet juga melonjak hingga 47 persen. Adapun lonjakan didominasi layanan video on demand Netflix yang naik 140 persen, kemudian Youtube 33 persen, dan Google 33 persen.

“Naiknya luar biasa, ini bukan hanya di Jabodetabek saja tapi secara nasional karena sejak tahun lalu kami fokus ekspansi juga di kota-kota baru,” tutur Marlo kepada Bisnis, Selasa (9/6/2020)

Marlo mengatakan meski ada lonjakan trafik, pelayanan yang diberikan perseroan berikan selama masa pandemi masih dalam kendali. Pasalnya, penggunaan jaringan baru mencapai 57 persen dari kapasitas maksimal.

“Jadi masih ada cukup ruang, sisanya masih 43 persen,” katanya.

Namun, pihaknya tetap melakukan sejumlah antisipasi untuk memastikan layanan dapat berjalan dengan baik seperti meningkatkan bandwidth internasional maupun lokal dan menambah beberapa perangkat penunjang.

Marlo mengaku belum dapat memberikan perkiraan pasti berapa besar kontribusi lonjakan pelanggan dan trafik yang dialami selama pandemi itu terhadap pendapatan perusahaan di paruh pertama tahun ini. 

“Kami belum ada guidance karena kondisi masih dinamis sekali. Tapi kalau dari kenaikan subscriber residential kenaikannya kan cepat sekali, itu tentunya akan terasa bagi revenue karena porsi residential itu 85 persen dari total pelanggan,” tuturnya.

Dia optimistis pendapatan perseroan tahun ini dapat meningkat dobel digit dibandingkan tahun kemarin. Adapun, pada 2019 lalu LINK membukukan pendapatan Rp3,75 triliun, naik 1 persen dibandingkan pencapaian 2018 yang sebesar Rp3,72 triliun.

Lebih lanjut, Marlo mengatakan saat ini perseroan tengah menggenjot ekspansinya untuk memberikan layanan di 7 kota baru yakni Yogyakarta, Cirebon, Cikampek, Purwakarta, Kediri, Madiun, dan Tegal.

So far jalan terus, nggak terhambat [pandemi]. Kita lakukan pendekatan aja ke warga, kita lakukan CSR juga,” tuturnya.

Hingga akhir tahun nanti, LINK juga menargetkan  penambahan homepass baru setidaknya 175.000 homepass , sehingga total homepass First Media yang terpasang akan mencapai 2,65 juta homepass secara nasional.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top