Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

IHSG Berakhir di Level 5.070, Sektor Finansial dan Properti Paling Moncer

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 5.069,42 dengan lonjakan 2,46 persen atau 121,64 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis/Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menembus level psikologis 5.000 pada penutupan perdagangan hari ini, Senin (8/6/2020).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup di level 5.070,56 dengan lonjakan 2,48 persen atau 122,78 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Jumat (5/6/2020), IHSG berakhir di level 4.947,78 dengan penguatan 0,63 persen atau 31,07 poin.

Reli indeks mulai berlanjut pada Senin dengan langsung naik tajam 1,06 persen atau 52,58 poin ke level 5.000,36 pukul 09.00 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG konsisten bergerak positif dalam kisaran 4.947,89 – 5.103,09.

Seluruh 10 sektor pada IHSG ditutup di wilayah positif, dipimpin finansial (+4,46 persen), pertanian (3,82 persen), dan properti (2,91 persen).

Tercatat 303 saham menguat, 139 saham melemah, dan 147 saham berakhir stagnan. Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) yang masing-masing naik 6,1 persen dan 3,1 persen menjadi pendorong utama penguatan IHSG.

Sementara itu, saham PT Lippo Karawaci Tbk. (LPKR) terpantau menjadi incaran utama investor asing dengan nilai net buy atau beli bersih Rp71,49 miliar, disusul saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dengan net buy Rp68,75 miliar.

Menurut Analis Indo Premier Sekuritas Mino, pergerakan IHSG yang agresif pada awal pekan ini didorong sentimen positif dari membaiknya data tenaga kerja Amerika Serikat untuk bulan Mei, sehingga menambah optimisme investor akan pemulihan ekonomi.

“Selain itu, menguatnya sebagian besar harga komoditas, kesepakatan OPEC+ untuk memperpanjang pemangkasan produksi sebanyak 9,6 juta per barel hingga akhir Juli,” ujar Mino kepada Bisnis.

Sejalan dengan IHSG, indeks saham lain di Asia mayoritas berakhir di zona positif. Indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang masing-masing turun 1,38 persen dan 1,13 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan berakhir naik 0,11 persen.

Kemudian, indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China masing-masing naik 0,24 persen dan 0,52 persen, indeks Taiex Taiwan menanjak 1,14 persen. Indeks S&P/NZX 20 Selandia Baru bahkan berakhir melonjak 3,09 persen.

Secara keseluruhan, bursa Asia menguat di tengah optimisme tentang prospek pemulihan ekonomi global, sehingga menopang aset-aset berisiko.

Menyusul rilis laporan pekerjaan bulanan AS yang lebih kuat dari perkiraan pada Jumat (5/6/2020), pasar mencerminkan optimisme dalam rebound ekonomi dan S&P 500 hampir menghapus penurunannya untuk tahun ini.

“Pasar telah merespons positif penurunan laju infeksi di negara-negara utama, dan tanda-tanda peningkatan konsumsi karena banyak negara keluar dari lockdown," tulis analis Gavekal Research dalam sebuah riset, dilansir dari Bloomberg.

Investor selanjutnya akan fokus pada pertemuan kebijakan bank sentral Federal Reserve AS, dan apakah para pembuat kebijakan kemungkinan akan berkomitmen kembali untuk menggunakan berbagai alat yang dimiliki demi mendukung ekonomi AS dan pasar sekuritas selama pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan kebijakan moneter yang berakhir Rabu (10/6/2020) waktu setempat, The Fed diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran level nol persen.

Di pasar mata uang, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mampu memangkas sebagian besar pelemahannya hari ini berakhir terdepresiasi tipis 8 poin atau 0,05 persen ke level Rp13.885 per dolar AS, setelah bergerak di kisaran level 13.872 – 13.986.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

Kenaikan (persen)

BBRI

+6,1

BBCA

+3,1

BMRI

+8,2

BBNI

+13,6

Saham-saham penekan IHSG:

Kode

Penurunan (persen)

TPIA

-3,1

TOWR

-2,8

MDKA

-3,5

AMRT

-1,7

Sumber: BEI

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Hafiyyan
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper