Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Hingga April, Produksi Batu Bara Indika Energy (INDY) Naik 10 Persen

Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando mengatakan bahwa produksi batu bara masih berlangsung sesuai dengan target dan perseroan terus berupaya untuk mengoptimalkan kegiatan operasi.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 08 Juni 2020  |  17:24 WIB
Aktivitas PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), anak usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY). Istimewa
Aktivitas PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. (MBSS), anak usaha PT Indika Energy Tbk. (INDY). Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan PT Indika Energy Tbk. membukukan kenaikan volume produksi batu bara dalam empat bulan pertama tahun ini hingga 10 persen secara year on year.

Head of Corporate Communications Indika Energy Ricky Fernando mengatakan bahwa produksi batu bara masih berlangsung sesuai dengan target dan perseroan terus berupaya untuk mengoptimalkan kegiatan operasi.

“Produksi batubara kami, baik di PT Kideco Jaya Agung [Kideco] maupun PT Multi Tambangjaya Utama [MUTU], meningkat dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu,” ujar Ricky kepada Bisnis.

Sepanjang Januari-April, perseroan melalui anak usaha Kideco berhasil membukukan produksi sekitar 11,5 juta ton, sedangkan entitas usaha lainnya, yaitu PT MUTU menghasilkan 600.000 ton batu bara.

Dengan demikian, hingga April perseroan telah memproduksi sekitar 12,1 juta ton, lebih tinggi 10 persen dibandingkan dengan produksi periode yang sama tahun lalu di kisaran 11 juta ton.

Ricky menjelaskan bahwa pada empat bulan pertama tahun lalu, Kideco hanya dapat memproduksi batu bara 10,5 juta ton dan PT MUTU hanya menghasilkan 500.000 ton batu bara.

Adapun, di tengah pandemi Covid-19, emiten berkode saham INDY ini akan fokus untuk meningkatkan kesehatan dan keselamatan karyawan, serta menjaga efisiensi produksi dan mengendalikan biaya operasional.

Perseroan juga masih akan fokus untuk mendiversifikasi portofolio bisnisnya untuk mengurangi ketergantungan bisnis INDY terhadap komoditas batu bara. Hingga 5 Mei 2020, total kepemilikan Perseroan secara langsung dan tidak langsung di Nusantara Resources Limited (Nusantara) sebesar 23,2 persen.

Adapun, Nusantara merupakan induk dari PT Masmindo Dwi Area yang memegang konsesi pertambangan emas proyek Awak Mas di Sulawesi Selatan.

Selain itu, Ricky juga menjelaskan bahwa saat ini perseroan masih mempertahankan target dan panduan kerja yang sudah ditetapkan pada awal tahun ini.

“Saat ini kami masih melakukan pengkajian internal terkait rencana kerja Perusahaan, termasuk target produksi dan capex,” papar Ricky.

Tabel Kinerja Kideco Jaya Agung Kuartal I/2020

Untuk diketahui, pada tahun ini INDY mengalokasikan capex sebesar US$146 juta, lebih kecil 53,6 persen dibandingkan dengan anggaran pada 2019 yang mencapai US$315 juta.

Hal itu disebabkan oleh target produksi perseroan pada tahun ini yang juga lebih kecil sebesar 30,95 juta ton dibandingkan dengan 34 juta ton produksi pada tahun lalu. Adapun, alokasi terbesar capex tahun ini ditujukan untuk operasional entitas usaha PT Petrosea Tbk. (PTRO), dan pembangunan fuel storage Kariangau.

Di sisi lain, pada penutupan perdagangan Senin (8/6/2020) saham INDY naik 5,67 persen ke level Rp745. Sepanjang tahun berjalan 2020, INDY terkoreksi 37,66 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indika energy batu bara Kinerja Emiten
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top