Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Surya Eka (ESSA) Dapat Restu Galang Dana US$450 juta, Boy Thohir Jadi Komisaris

Sekretaris Perusahaan Surya Eka Perkasa, Lufy Setia menyatakan perseroan mendapatkan lampu hijau dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan Jumat (5/6/2020), pekan lalu untuk menggalang dana US$450 juta.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 07 Juni 2020  |  19:31 WIB
Ilustrasi: Ammonia Plant - phxequip.com
Ilustrasi: Ammonia Plant - phxequip.com

Bisnis.com, JAKARTA – PT Surya Eka Perkasa Tbk. mendapatkan restu pemegang saham untuk menggalang dana US$450 juta dari penerbitan surat utang dan penarikan pinjaman bank.

Sekretaris Perusahaan Surya Eka Perkasa, Lufy Setia menyatakan perseroan mendapatkan lampu hijau dari Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa yang diadakan Jumat (5/6/2020), pekan lalu untuk menggalang dana US$450 juta.

“Kami akan menerbitkan bond US$350 juta dan pinjaman US$100 juta,” katanya kepada Bisnis, Minggu (7/6/2020).

Emiten pemurnian dan pengolahan gas alam tersebut akan menggunakan dana ini untuk refinancing utang di entitas anak usaha, PT Panca Amara Utama (PAU).

Perusahaan tersebut akan melakukan refinancing atas seluruh utangnya kepada International Finance Corporation dengan nilai outstanding US$444,22 juta. Adapun, sisa dana akan digunakan untuk keperluan modal kerja.

Sebelumnya, perseroan memperkirakan kupon obligasi tersebut berada dalam kisaran setinggi-tingginya sebesar 7,5 persen per tahun. Sementara itu, tenggat jatuh tempo pembayaran utang pokok maksimum adalah 7 tahun sejak tanggal diterbitkan, atau pada 2027.

Selain menggelar RUPSLB, perseroan juga mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari yang sama. Rapat itu memutuskan penggunaan laba bersih pada 2019 sebagai laba ditahan dan saldo laba cadangan.

Perseroan mencatatkan laba bersih sebesar US$2,63 juta pada tahun lalu. Dari jumlah tersebut, 2,16 juta akan dicatatkan sebagai saldo laba cadangan. Sementara itu, sisanya sebesar US$471.847 ditetapkan sebagai laba ditahan.

RUPST tersebut juga menyetujui adanya perubahan susunan direksi dan komisaris. Garibaldi Thohir yang sebelumnya menjabat sebagai Presiden Direktur bergeser menjadi Komisaris Perseroan.

Adapun, kursi Presiden Direktur diisi oleh Chander Vinod Laroya. Warga negara India tersebut promosi dari posisi sebelumnya sebagai Wakil Presiden Direktur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

global bond garibaldi thohir refinancing surya esa perkasa
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top