Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Rupiah Berpotensi Menguat, Tersengat Sentimen Pelonggaran PSBB

Nilar tukar rupiah diperkirakan menguat seiring sentimen positif dari rilis data perekonomian AS. Di samping itu, masa transisi menuju kenormalan baru atau new normal juga dinilai menjadi penopang penguatan mata uang garuda.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 05 Juni 2020  |  07:39 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Senin (18/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Senin (18/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah diprediksi mengakhiri akhir pekan dengan bertahan di zona hijau. Nilai tukar rupiah telah bergerak menguat selama empat hari perdagangan berturut-turut.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan rupiah berpotensi melanjutkan penguatan setelah ditutup stagnan alias  tidak bergerak dari posisi sebelumnya pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2020).

“Ada kemungkinan dalam perdagangan Jumat (5/6/2020) rupiah akan menguat di range Rp13.950-Rp14.120 per dolar AS,” ujar Ibrahim seperti dikutip dari keterangan resmi Jumat (5/6/2020).

Berdasarkan data Bloomberg, pada penutupan Kamis (4/6/2020), rupiah berada di posisi Rp14.095 per dolar AS, posisi yang sama dari penutupan perdagangan sebelumnya. 

Dalam sepekan terakhir, nilai tukar rupiah terus mencoba untuk menembus ke bawah level support kuatnya Rp14.000 per dolar AS.Adapun dalam perdagangan berturut-turut, nilai tukar rupiah menguat.

Ibrahim menjelaskan bahwa rupiah mendapatkan katalis positif dari sentimen global rilis data ekonomi AS, yaitu indeks non manufaktur AS periode Mei 2020 dan pesanan pabrik periode April berhasil menunjukkan data yang lebih baik dan melampaui perkiraan pasar.

Indeks non manufaktur yang dirilis ISM naik menjadi 45,4 pada Mei, lebih baik dari estimasi untuk level 44,4. Sementara itu, pesanan pabrik menurun 13 persen pada April, lebih kecil dari proyeksi penurunan sebesar 13,4 persen. Rilis data itu membantu meningkatkan kepercayaan diri investor terhadap aset berisiko termasuk rupiah.

Selain itu, pasar juga tampak optimistis terhadap rencana pembukaan kembali ekonomi dalam negeri dengan perpanjangan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) DKI Jakarta yang akan masuk ke masa transisi.

“Pasar optimistis, sehingga arus modal asing yang tadinya keluar pasar berpotensi kembali masuk dan membantu mata uang Garuda,” papar Ibrahim.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah Kurs Rupiah
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top