Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Pemulihan Ekonomi Diramal Lebih Cepat, Saham Maskapai Penerbangan Asia Mengangkasa

American Airlines mengumumkan akan meningkatkan jumlah penerbangan 74 persen pada Juli mendatang. Hal ini menimbulkan anggapan bahwa pemulihan sektor ini dapat berjalan lebih cepat dari estimasi semula.
Ilustrasi pesawat Cathay Dragon./philippineflightnetrwork.com
Ilustrasi pesawat Cathay Dragon./philippineflightnetrwork.com

Bisnis.com, JAKARTA – Saham maskapai penerbangan di Asia menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah munculnya prospek bullish dari American Airlines Group Inc.

Dilansir dari Bloomberg pada Jumat (5/6/2020), American Airlines mengumumkan akan meningkatkan jumlah penerbangan pada Juli mendatang hingga 74 persen. Hal tersebut menimbulkan anggapan bahwa pemulihan sektor ini dapat berjalan lebih cepat dari estimasi sebelumnya.

Setelah pengumuman tersebut, saham maskapai asal Negeri Paman Sam tersebut langsung meroket 41 persen dan mendorong kapitalisasi pasar American Airlines diatas level US$7 miliar.

Sentimen tersebut juga berimbas kepada perusahaan penerbangan di Asia. Korean Air Lines Co. Memimpin reli positif dengan kenaikan 18 persen disusul oleh Air China Ltd yang terdorong 8,4 persen. Selanjutnya, maskapai penerbangan asal Hong Kong, Cathay Pacific mengalami kenaikan 5,7 persen.

Sementara itu, Japan Airlines Co. turut menikmati sentimen positif ini dengan naik 8 persen. Adapun maskapai asal Australia, Qantas Airways Ltd tumbuh sebesar 7,4 persen. Di China, China International Travel Service Corp. naik 8,2 persen, Shanghai International Airport Co. 4,1 persen, dan Guangzhou Baiyun International Airport Co. 3,4 persen.

Pengumuman terkait pelonggaran pembatasan penerbangan saat ini tengah dinanti oleh banyak pelaku usaha di sektor ini. Indeks Bloomberg Asia Pacific Airlines juga terpantau naik 17 persen semenjak tergerus pada akhir Maret lalu.

China akan mulai melonggarkan pembatasan kepada maskapai penerbangan asing pada 8 Juni setelah adanya desakan dari AS. Sementara itu, Jepang dilaporkan akan menghapuskan periode karantina selama dua minggu kepada penumpang dari negara yang telah melakukan pelonggaran lockdown apabila penumpang tersebut sudah terbukti negatif virus corona dari hasil tes.

Pada laporan yang dirilis Kamis kemarin, Nomura Holdings Inc memperkirakan jumlah penumpang pada maskapai Jepang akan kembali seperti semula pada 2021 mendatang. Mereka masih menyematkan rekomendasi beli pada saham JAL dan merevisi ANA Holdings Inc menjadi netral karena pergerakan harga saham yang merefleksikan sentimen pemulihan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Sumber : Bloomberg
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper