Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 4 Juni: IHSG Akhiri Reli Enam Hari, Rupiah Stagnan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghentikan reli penguatannya pada perdagangan hari ini, meskipun sempat menguat hingga level 5.000.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  22:22 WIB
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Karyawati beraktivitas di sekitar grafik pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (4/6/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghentikan reli penguatannya pada perdagangan hari ini, meskipun sempat menguat hingga level 5.000.

Selain itu, nilai tukar rupiah berakhir stagnan. Adapun harga emas mampu melampaui level US$1.700 per troy ounce.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Kamis (4/6/2020):

Tujuh Sektor Merah, IHSG Hentikan Reli 6 Hari Beruntun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya menghentikan laju penguatannya setelah reli selama enam hari berturut-turut.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG melemah 0,49 persen atau 24,30 poin ke level 4.916,7 pada akhir perdagangan Kamis (4/6/2020).

Pada perdagangan Rabu (3/6/2020), IHSG ditutup di level 4.941,01 dengan lonjakan 1,93 persen atau 93,50 poin, reli kenaikan hari keenam beruntun sejak perdagangan Selasa (26/5/2020).

Indeks bahkan sempat menembus level 5.000 pada perdagangan hari ini. Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.899,39-4.015,76.

Sebanyak 7 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di wilayah negatif, didorong oleh sektor tambang yang melemah 1,01 persen, disusul sektor manufaktur yang melemah 0,93 persen.

 

Tertekan Saham BMRI dan ASII, Indeks Bisnis-27 Koreksi Tipis

Pergerakan indeks Bisnis-27 terkoreksi tipis 0,7 persen pada akhir sesi perdagangan, Kamis (4/6/2020).

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Indeks Bisnis-27 tekoreksi 3,09 poin atau 0,7 persen ke level 436,914 pada akhir sesi, Kamis (4/6/2020). Pergerakan itu juga sejalan dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang terkoreksi 0,49 persen ke level 4.916,7045.

Dari data yang dihimpun Bisnis, hanya 8 konstituen Indeks Bisnis-27 yang mampu mencetak return positif pada perdagangan, Kamis (4/6/2020).

Sementara itu, 18 penghuni Indeks Bisnis-27 lainnya terpantau harus parkir di zona merah. Koreksi paling dialami oleh PT Adaro Energy Tbk. (ADRO) sebesar 3,86 persen atau 45 poin ke level Rp1.120.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah Hari Ini

Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup stagnan di level Rp14.095 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS terpantau menguat 0,293 poin atau 0,3 persen ke level 97,569 pada pukul 14.52 WIB.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim sebelumnya mengatakan kurs rupiah berpeluang besar kembali ke level Rp14.000 seiring bertambahnya aliran dana asing yang masuk lewat surat utang.

Menurutnya selama Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 4,5 persen ada kemungkinan rupiah bakal kembali ke level di bawah Rp14.000.

“Kemungkinan kuartal ketiga nanti rupiah akan menguat ke Rp13.700 karena secara fundamental memang kita kuat. Selain itu, kupon bunga yang ditawarkan saat ini juga menjadi yang tertinggi di atas India,” ujarnya kepada Bisnis, Rabu (3/6/2020).

Indeks Dolar AS Rebound, Ini Pendongkraknya

Dilansir dari Bloombergrebound dolar AS ditopang oleh rilis data ekonomi AS yang mengalahkan estimasi. Rilis laporan pada Rabu (3/6/2020) menunjukkan indeks nonmanufaktur AS untuk Mei 2020 dan pesanan pabrik untuk bulan April melampaui perkiraan.

Indeks nonmanufaktur yang dirilis Institute of Supply Management (ISM) naik menjadi 45,4 pada Mei, lebih baik dari estimasi untuk level 44,4. Sementara itu, pesanan pabrik menurun 13 persen pada April, lebih kecil dari proyeksi penurunan sebesar 13,4 persen.

Harga Minyak Tergelincir Didorong Perseteruan OPEC+

Harga minyak kembali turun dari level tertinggi dalam tiga bulan karena OPEC+ terancam berseteru tentang kepatuhan terhadap kesepakatan pengurangan produksi, sementara data AS meragukan kekuatan pemulihan permintaan terhadap komoditas ini.

Harga minyak di bursa berjangka New York mengalami penurunan sekitar 2 persen menjadi di bawah US$37 per barel setelah ditutup pada level tertinggi sejak 6 Maret 2020.

Arab Saudi dan Rusia telah mencapai kesepakatan awal untuk memperpanjang pembatasan produksi selama satu bulan tambahan, tetapi komitmen itu tergantung pada anggota lain untuk memangkas produksi dalam bulan-bulan mendatang, terutama Irak yang baru-baru ini telah mengingkari komitmennya.

Harga Emas Kembali Rebound ke Atas US$1.700

Harga emas rebound pada awal perdagangan hari Kamis (4/6/2020) ke atas level US$1.7000 di tengah berlangsungnya ketegangan politik dan melemahnya dolar AS.

Indeks dolar AS telah turun sekitar 1 persen di pekan ini, membuat harga emas menjadi lebih murah untuk pemilik mata uang lainnya.

Berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (4/6/2020) pukul 12.46 WIB, harga emas spot rebound 2,33 poin atau 0,14 persen menjadi US$1.702 per troy ounce. Adapun, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 terkoreksi 0,9 poin atau 0,05 persen menuju US$1.703,9 per troy ounce. Sementara itu, indeks dolar AS masih menguat 0,18 persen ke level 97,455.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham emas Harga Minyak dolar as
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top