Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kinerja 4 Bulan United Tractor (UNTR): Bisnis Batu Bara Kokoh, Emas dan Komatsu Lunglai

Emiten berkode saham UNTR itu berhasil membukukan penjualan batu bara sebesar 1,57 juta ton pada April 2020, melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung. Perolehan tersebut naik 21 persen dari bulan sebelumnya dan naik 72 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 04 Juni 2020  |  17:22 WIB
Alat berat merek Komatsu. Istimewa
Alat berat merek Komatsu. Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pertambangan PT United Tractors Tbk. memaparkan kinerja operasionalnya untuk periode April 2020. Kinerja penjualan batu bara berhasil tercatat cukup impresif, di saat kinerja penjualan alat berat dan emas anjlok cukup dalam.

Emiten berkode saham UNTR itu berhasil membukukan penjualan batu bara sebesar 1,57 juta ton pada April 2020, melalui anak usahanya PT Tuah Turangga Agung. Perolehan tersebut naik 21 persen dari bulan sebelumnya dan naik 72 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Dengan demikian, sepanjang empat bulan pertama tahun ini UNTR telah membukukan volume penjualan batu bara sebesar 4,75 juta ton, naik 37 persen secara year on year. Dari total tersebut, 86 persen merupakan penjualan batu bara thermal dan 14 persen merupakan penjualan batu bara jenis coking coal,

Kinerja yang positif tersebut sayangnya tidak diikuti oleh lini bisnis UNTR lainnya. Penjualan alat berat Komatsu hanya sebanyak 100 unit pada April 2020. Pencapaian itu turun 33 persen dari bulan sebelumnya dan anjlok 62 persen daripada periode yang sama tahun lalu.

Hingga April 2020, penjualan alat berat perseroan hanya mencapai 717 unit, turun 50 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu mencapai 1.442 unit.

Selain itu, penjualan emas dari tambang Martabe hanya sebesar 18.000 ounce pada April 2020, turun 38 persen baik dari bulan sebelumnya maupun secara year on year. Dengan demikian, per April 2020 perseroan telah membukukan volume penjualan emas 112.000 ounce, turun 16 persen year on year.

Sementara itu, untuk kontraktor pertambangan PT Pama Persada, volume produksi batu bara pada April 2020 sebesar 9,2 juta ton, turun 5 persen dari bulan sebelumnya dan melemah 4 persen daripada periode yang sama tahun lalu. Total volume overburden mencapai 71,1 juta bcm, turun 4 persen dari Maret 2020 dan 6 persen yoy.

Sepanjang empat bulan pertama tahun ini, UNTR telah memproduksi batu bara 37 juta ton dengan volume overburden sebesar 283,4 juta bcm. Perolehan tersebut masing-masing melemah 8 persen dan 9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Mengutip riset JP Morgan, kinerja UNTR tersebut sedikit di bawah ekspektasi untuk penjualan Komatsu dan penjualan emas, sesuai untuk Pama Persada, dan di atas ekspektasi untuk Tuah Turangga Agung.

Perseroan dinilai berhasil tetap membukukan kinerja penjualan batu bara yang cukup baik meskipun harga komoditas itu tengah dalam tekanan. Untuk diketahui, harga batu bara Newcastle anjlok hingga US$50 per ton pada akhir April, turun 26 persen dari awal tahun.

Namun, baru-baru ini harga sempat mengalami rebound secara bertahap dengan harapan pemulihan dari pembukaan kembalio ekonomi China dan berbalik menguatnya harga minyak.

Sentimen ini dapat mendukung kinerja perseroan ke depan, mengingat China merupaka pembeli batu bara terbesar dari Indonesia.

Sisi baik lainnya, harga emas terus menguat ke US$1.700 per troy ounce, naik 12 persen sepanjang tahun berjalan 2020. Hal itu dapat meningkatkan kontribusi pendapatan emas untuk perseroan sehingga Martabe akan tetap memiliki prospek positif ke depan bagi UNTR, terutama dengan harga kontrak 2021 yang akan dinegosiasikan ulang.

Kendati demikian, Analis JP Morgan Hendry Wibowo dan Benny Kurniawan mempertahankan kondisi overweight (OW) dengan target price Rp24.650 untuk saham UNTR sebagai salah satu pilihan teratas saham dalam negeri dari JP Morgan.

“Kami percaya sebagian besar berita buruk dihargai pada forward P / E 5-6x saat ini, level yang sama seperti saat kondisi pasar batu bara terparah pada 2015, dan sekarang dengan driver emas tambahan,” tulis Analis JP Morgan dalam publikasi risetnya, Kamis (4/6/2020).

Adapun, pada penutupan perdagangan Kamis (4/6/2020) saham UNTR parkir di level Rp17.000, terkoreksi 0,44 persen atau 75 poin. Sepanjang tahun berjalan 2020, UNTR terkoreksi 21,02 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

united tractors Kinerja Emiten astra
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top