Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ditopang Optimisme Pemulihan Ekonomi, Fitch Naikkan Proyeksi Harga Minyak Brent

Fitch Ratings menaikkan perkiraan harga Brent untuk 2020 dan 2021 masing-masing sebesar US$7 per barel daripada perkiraan sebelumnya.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 03 Juni 2020  |  14:36 WIB
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California -  Bloomberg / David Paul Morris
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California - Bloomberg / David Paul Morris

Bisnis.com, JAKARTA - Fitch Solutions menaikkan proyeksi harga minyak mentah jenis Brent di tengah sinyal pemangkasan lanjutan OPEC dan pemulihan ekonomi beberapa negara sejalan dengan rencana pelonggaran lockdown untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Dalam publikasi risetnya, Fitch Solutions kembali merevisi perkiraan harga minyak jenis Brent.

Kali ini, perusahaan keuangan itu menaikkan perkiraan harga Brent untuk 2020 dan 2021 masing-masing sebesar US$7 per barel daripada perkiraan sebelumnya.

Harga minyak Brent pada 2020 diperkirakan menjadi US$40 barel, sedangkan pada 2021 berada di kisaran US$49 per barel.

“Pemangkasan tajam belanja modal produsen minyak akan mendorong lebih lanjut pemangkasan produksi, terutama untuk negara-negara non OPEC. Sementara itu, permintaan konsumen dan bahan bakar industri diyakini meningkat,” tulis Fitch Solutions seperti dikutip dari risetnya, Rabu (3/6/2020).

Menurut Fitch, dua sentimen tersebut akan membuat pasar minyak mengalami defisit pada paruh kedua tahun ini sehingga mengarah ke penarikan cadangan global dan mendukung kenaikan harga lebih lanjut.

Kendati demikian, jalan menuju pemulihan penuh sehingga harga dapat kembali ke harga sebelum pandemi Covid-19 terjadi akan panjang dan cukup bergelombang.

Apalagi, masih terdapat risiko penyebaran Covid-19 gelombang kedua yang dapat menekan permintaan lebih lanjut.

Selain itu, Fitch memperkirakan pada 2022 rerata harga Brent berada di posisi US$55 per barel, dan di kisaran US$60 per barel pada 2023.

Adapun, pada perdagangan Rabu (3/6/2020) hingga pukul 13.03 WIB, harga minyak mentah jenis Brent untuk kontrak Agustus 2020 di bursa ICE tampak masih bertahan di zona hijau, dengan menguat 1,59 persen ke level US$40,2 per barel.

Minyak Brent berhasil kembali ke kisaran level US$40 per barel untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir didorong oleh optimisme pasar terhadap pemangkasan produksi minyak lanjutan oleh OPEC dan sekutunya.

Untuk diketahui, pengurangan produksi saat ini hanya berlaku pada Mei dan Juni. Kemudian, pemangkasan produksi akan direndahkan menjadi hanya 7,7 juta barel per hari mulai Juli sampai Desember.

Namun, Arab Saudi baru-baru ini mendorong untuk mempertahankan pengurangan produksi yang lebih dalam untuk waktu yang lebih lama.

Pasar pun menanti pertemuan OPEC+ yang diperkirakan bakal diadakan secara online pada Kamis (4/6/2020) untuk membahas kepastian pemangkasan tersebut.

Di sisi lain, penguatan juga dialami oleh minyak jenis WTI untuk kontrak Juli 2020 di bursa Nymex yang ikut naik 2,58 persen ke level US$37,76 per barel.

Mengutip riset Monex Investindo Futures, harga minyak dunia telah naik tajam dalam beberapa pekan terakhir dari level terendahnya di bulan April karena ditopang berlanjutnya pemulihan ekonomi China, yang menjadi episentrum dari penyebaran Covid-19.

“Itu juga didukung oleh ekonomi lainnya pelan-pelan kembali dibuka setelah di lockdown untuk membendung penyebaran virus,” tulis Monex Investindo Futures dalam publikasi risetnya, Rabu (3/6/2020).

Selain itu, American Petroleum Institute (API) melaporkan bahwa stok di pusat penyimpanan minyak di Cushing, Oklahoma turun 2,2 juta barel minggu lalu.

Hal itu akan menandai penurunan mingguan keempat beruntun jika dikonfirmasi oleh data pemerintah AS, EIA, yang akan dirilis Rabu (3/6/2020) pukul 21.30 WIB.

Namun, Monex menilai jika data cadangan minyak AS yang dirilis oleh EIA menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari estimasi, maka harga minyak WTI berpotensi terkoreksi untuk menguji level support di US$36,5- US$35,5 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

fitch ratings harga minyak brent
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top