Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ringkasan Perdagangan 2 Juni: IHSG Lanjutkan Reli, Bursa AS Menguat

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan rally-nya dan mantap menguat di atas level 4.800 sejalan dengan penguatan bursa saham global.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 02 Juni 2020  |  21:45 WIB
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan menunjukan uang dolar Amerika Serikat (AS) di Jakarta, Rabu (27/5/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil melanjutkan rally-nya dan mantap menguat di atas level 4.800 sejalan dengan penguatan bursa saham global.

Selain itu, nilai tukar rupiah juga berhasil menguat tajam terhadap dolar AS dan kembali menjadi yang terkuat di Asia.

Berikut adalah ringkasan perdagangan di pasar saham, mata uang, dan komoditas yang dirangkum Bisnis.com, Selasa (2/6/2020):

9 Sektor Menguat, IHSG Tancap Gas Lampaui 4.800

 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melaju dengan penguatannya hingga melampaui level 4.800 pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pergerakan IHSG ditutup menguat 1,98 persen atau 93,89 poin ke level 4.847,51 pada akhir perdagangan Selasa, (2/6/2020).

Tenaga indeks mulai semakin panas dengan langsung naik tajam hampir 2 persen pada awal perdagangan Selasa (2/6). Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam kisaran 4.753,72-4.884,01.

Sebanyak 9 dari 10 sektor pada IHSG ditutup di wilayah positif, dipimpin oleh sektor finansial yang menguat 3,43 persen, disusul sektor infrastruktur yang menguat 2,25 persen. Di sisi lain, sektor aneka industri melemah 0,49 persen.

Rupiah Jadi Jawara Asia, Tren Menguat Berpotensi Berlanjut

Nilai tukar rupiah kembali menunjukkan keperkasaannya dengan berkali-kali menjadi jawara Asia dalam beberapa perdagangan terakhir. Tren penguatan nilai tukar rupiah tersebut pun berpotensi berlanjut dalam jangka pendek.

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang satu bulan terakhir rupiah berhasil menguat 4,7 persen terhadap dolar AS. Kinerja tersebut pun jauh memimpin dibandingkan dengan mata uang Asia lainnya seperti baht yang hanya mampu menguat 2,69 persen dan dolar Singapura yang hanya menguat 0,78 persen.

Selain itu, dalam perdagangan kali ini saja, Selasa (2/6/2020), rupiah berhasil terapresiasi 2,35 persen atau 195 poin dan parkir di level Rp14.415 per dolar AS. Kinerja kali ini juga menjadikan rupiah sebaga mata uang dengan penguatan terbaik di Asia, mengalahkan ringgit yang menguat 1,5 persen dan baht yang hanya naik 1,1 persen.

Bursa Saham Asia Diyakini Bakal Ngegas, Hati-Hati untuk Hong Kong

 Performa sebagian besar pasar saham negara-negara maju di Asia diperkirakan akan membaik seiring dengan dimulainya dorongan ekonomi.

Jan Moermann, founder dan chief investment officer Quarz Capital Management Ltd., meyakini segala sesuatu akan menjadi lebih baik untuk sebagian besar pasar saham negara-negara maju di Asia.

“Semua negara maju di Asia, terutama Jepang, Singapura, dan Australia, telah mulai merangsang ekonomi mereka secara besar-besaran. Kami memperkirakan potensi pasar-pasar tersebut mengejar ketertinggalannya akan terjadi mendekati akhir tahun ini,” terang Moermann, dikutip dari Bloomberg.

Rumor Berlanjutnya Negosiasi Brexit, Nilai Tukar Pound Sterling Terus Menguat

Nilai tukar mata uang Inggris, pound sterling terhadap dolar AS kembali mengalami penguatan sebesar 0,7 persen pada Selasa (2/6/2020). Seperti diwartakan Bloomberg, kenaikan ini utamanya dipicu oleh kabar yang menyebutkan kemungkinan pembicaraan Brexit kembali dilakukan Inggris dan Uni Eropa pekan ini.

Peningkatan ini terjadi beruntun setelah pada Senin (1/6) kemarin poundsterling juga sempat menguat 1 persen. Fenomena tersebut seolah menjadi titik balik lantaran sepanjang bulan Mei mata uang ini cenderung mengalami penurunan nilai tukar terhadap dolar AS dan euro.

Kabar akan adanya pembicaraan Brexit pertama kali diwartakan oleh surat kabar asal London, The Times, edisi Selasa (2/6) hari ini. Bila tidak memungkinkan pada pekan ini, The Times menyebut kepala negosiator Uni Eropa Michael Barnier telah membahas agenda pertemuan satu atau dua pekan ke depan dengan pewakilan Inggris.

Sinyal Positif Ekonomi Dorong Bursa AS Menguat di Awal Perdagangan

Bursa saham Amerika Serikat menguat pada awal perdagangan hari ini, Selasa (2/6/2020) menyusul serangkaian stimulus baru dan sinyal ekonomi positif membayangi kerusuhan sosial di AS.

Dilansir dari Bloomberg, indeks Dow Jones terpantau menguat 0,55 persen atau 150,5 poin ke level 25.615,52, sedangkan indeks S&P 500 menguat 0,17 persen atau 5,07 poin ke level 3.060,80.

Bank memimpin kenaikan awal pada Indeks S&P 500. Sementara itu, produsen senjata melanjutkan penguatan menyusul Presiden Donald Trump untuk mengerahkan pasukan dalam jumlah besar jika kota-kota dan negara-negara bagian tidak bertindak untuk menahan kekerasan dari protes atas kebrutalan polisi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top