Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

AS-China Makin Tegang, Harga Emas Kembali Mengawang

Kenaikan harga emas membuat kinerja emas terbilang ciamik, naik 15 persen dalam periode tahun berjalan. Emas sebagai logam mulia akan diburu saat situasi dipenuhi ketidakpastian.
Emas batangan./bloomberg
Emas batangan./bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas kembali melesat di saat ketegangan antara Amerika Serikat dengan China meningkat. Kedua negara saling berbalas manuver dan membuat situasi semakin keruh.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas Comex kontrak Agustus 2020 naik 1,35 persen ke posisi US$1.751,7 per troy ounce pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2020). Level tersebut naik cukup tajam dibandingkan dengan posisi Kamis (28/5/2020) sebesar US$1.728 per troy ounce.

Level harga emas saat ini hampir menyamai posisi tertinggi sepanjang Mei 2020 di posisi US$1.756 per troy ounce (15 Mei 2020). Dalam periode  tahun berjalan (year to date), harga emas telah terkerek 15 persen.Emas sebagai aset aman (safe haven) akan diburu saat situasi dipenuhi ketidakpastian.

Kenaikan harga emas terjadi di saat hubungan AS dengan China semakin tegang. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Gedung Putih, Jumat (29/5/2020) waktu setempat terkait sikap Negeri Paman Sam terhadap China.

Trump mengatakan mengakhiri hubungan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dituding bersekongkol dengan China dan tidak memberikan informasi akurat terkait muasal penyebaran virus corona (Covid-19).

Trump juga mengancam akan mencabut status perdagangan khusus dengan Hong Kong yang sudah berjalan sejak 1992. Ancaman dilayangkan setelah legislatif China mengesahkan Undang-undang Keamanan Nasional yang dinilai mengancam otonomi Hong Kong.

Menurut Trump, tindakan China juga mengingkari formula 'Satu Negara Dua Sistem' dan membuatnya menjadi 'Satu Negara Satu Sistem'. 

Perlu diketahui, status istimewa yang melekat pada Hong Kong memudahkan perjalanan dan perdagangan antara AS dan Hong Kong. Di bawah Undang-undang 1992,perusahaan yang berbasis di China untuk bisa mengakses teknologi AS yang dianggap sensitif terhadap keamanan nasional.

Di sisi lain , Trump juga memerintahkan regulator di sektor keuangan untuk memeriksa perusahaan China yang terdaftar di bursa saham Amerika Serikat dengan tujuan membatasi investasi AS di perusahaan tersebut.  Warga negara China juga akan ditolak masuk ke wilayah AS karena dianggap sebagai ancaman keamanan. 

Perlu dicatat, tindakan ini tidak termasuk penarikan dari perjanjian perdagangan fase pertama yang diteken Trump dengan Presiden China Xi Jinping pada Januari 2020 lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper