Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Awal Perdagangan Jumat (29/5), Rupiah Kalah Tipis Terhadap Dolar AS

Pada pukul 09.20 WIB, rupiah melemah 0,05 persen atau 7,5 poin menjadi Rp14.722,5 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,04 persen atau 0,04 poin menuju 98,423.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  09:35 WIB
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah mengalami koreksi tipis pada pembukaan perdagangan Jumat (29/5/2020) seiring dengan rebound indeks dolar AS.

Pada pukul 09.20 WIB, rupiah melemah 0,05 persen atau 7,5 poin menjadi Rp14.722,5 per dolar AS. Adapun, indeks dolar AS menguat 0,04 persen atau 0,04 poin menuju 98,423.

Pada perdagangan Kamis (28/5/2020), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS mampu memangkas sebagian besar pelemahannya dan berakhir terdepresiasi hanya 5 poin atau 0,03 persen ke level Rp14.715 per dolar AS.

Padahal, rupiah terpantau sempat melemah lebih dari 50 poin. Sepanjang perdagangan Kamis, rupiah bergerak fluktuatif dalam kisaran 14.715-14.770.

Ketegangan antara Amerika Serikat dan China terancam memanas. Presiden AS Donald Trump menyatakan akan menggelar konferensi pers untuk membahas China pada Jumat (29/5/2020) waktu setempat.

Trump mengatakan akan mengumumkan kebijakan-kebijakan baru AS tentang China, setelah negeri yang dikomandoi Presiden Xi Jinping ini meloloskan undang-undang keamanan nasional yang membatasi kebebasan di Hong Kong.

Sementara itu, aliran modal asing ke pasar surat berharga negara (SBN) mulai mengalami peningkatan seiring dengan meredanya kepanikan global.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menuturkan aliran modal asing pada minggu pertama bulan Mei mencapai Rp2,97 triliun.

"Ini membuktikan semakin meredanya kepanikan global karena ada langkah penanganan Covid-19. Inflow mengalami peningkatan," ungkap Perry, Kamis (28//5/2020).

Isunya, lanjut Perry, masih seputar pasar saham yang masih mengalami outflow pada minggu kedua Mei sebesar Rp2,72 triliun. Namun, kondisi ini dipengaruhi oleh perkembangan pasar saham global.

Sejalan dengan inflow ini, imbal hasil SBN tenor 10 tahun juga mengalami penurunan di pasar sekunder.

"Saat awal April sampai minggu kedua April, yield-nya mencapai 8 persen. 19 Mei, yield SBN 10 tahun 7,76 persen, 26 Mei mencapai 7,22 persen," papar Perry.

Penurunan ini disebabkan oleh redanya kepanikan global. Selain itu, pasar masih melihat imbal hasil Indonesia masih menarik. Sebagai catatan, perbedaan (spread) SBN 10 tahun dan US treasury masih mencapai 6,7 persen.

"Lebih menarik dari negara lain, insyaallah membawa aliran modal asing ke depan," tegas Perry.

Dengan demikian, dia yakin nilai tukar rupiah ke depannya akan terus mengalami penguatan. "Kami yakin nilai tukar saat ini masih undervalue berpeluang mengalami penguatan."

Bahkan, dia yakin rupiah dapat bergerak ke level harga sebelum Covid-19 yakni Rp14.000 - Rp13.600 per dolar AS.

Pergerakan mata uang Asia Pasifik pada perdagangan Jumat (29/5/2020) pukul 9.20 WIB

Mata UangNilaiPerubahan (poin)Perubahan (%)
107.4200-0.2300-0.21%
119.0800-0.1600-0.13%
13.8563-0.0296-0.21%
7.75280.0001+0.00%
1.4148-0.0028-0.20%
71.2800-0.1590-0.22%
0.6636-0.0001-0.02%
0.6198-0.0012-0.19%
29.9910-0.0370-0.12%
1,237.4000-2.0500-0.17%
50.5940-0.1110-0.22%
14,722.50007.5000+0.05%
75.76120.0450+0.06%
7.15100.0055+0.08%
4.3490-0.0045-0.10%
31.8280-0.0470-0.15%
4.04850.0041+0.10%

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah dolar as Rupiah
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top