Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Akhir Pekan IHSG Menguat, Investor Asing Ney Buy

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2002), IHSG terpantau mengalami penguatan sebesar 0,79 persen atau 37,43 poin menuju 4.753,61. Sepanjang hari indeks bergerak di rentang 4.755,96 - 4.704,79. Posisi itu lebih tinggi daripada level akhir April sebesar 4.716,4.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 29 Mei 2020  |  16:15 WIB
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman
Pengunjung memotret layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (27/7/2020). Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat seiring dengan masuknya kembali investor asing.

Sepanjang Mei, IHSG sempat terkoreksi cukup dalam setelah menguat 3,91 persen sepanjang April. Namun, menjelang hari terakhir bulan ini, IHSG cenderung menguat terhadap level penutupan bulan lalu.

Pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2002), IHSG terpantau mengalami penguatan sebesar 0,79 persen atau 37,43 poin menuju 4.753,61. Sepanjang hari indeks bergerak di rentang 4.755,96 - 4.704,79. Posisi itu lebih tinggi daripada level akhir April sebesar 4.716,4.

Terpantau 175 saham menguat, 232 saham melemah, dan 154 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp17,49 triliun dengan frekuensi 703.119 kali transaksi.

Transaksi investor asing mencatatkan net buy Rp80,82 miliar. Sebulan terakhir, net buy mencapai Rp6,43 triliun ,walaupun masih net sell Rp11,14 triliun secara year to date.

SVP Research PT Kanaka Hita Solvera Janson Nasrial menyatakan bahwa kinerja IHSG sepanjang Mei ditopang oleh masuknya investor asing ke saham-saham di sektor perbankan.

Sektor ini, menjadi menarik untuk investor karena valuasinya yang sempat turun cukup dalam. Hal ini kemudian membuat saham-saham di sektor kemudian mulai berbalik positif mulai pekan ketiga dan keempat bulan ini.

“Karena faktor valuasi saham di sektor perbankan paling lagging, maka PER [price equity ratio] terdepresiasi paling banyak, sudah merefleksikan penurunan EPS [earning per share] growth 30 persen-40 persen,” ujarnya kepada Bisnis, Jumat (29/5/2020).

Membaiknya kinerja saham perbankan, lanjutnya, juga diiringi oleh perbaikan di sektor aneka industri. Saham di sektor tersebut, seperti PT Astra International Tbk. kemudian menguat lantaran adanya angin segar dari wacana normal baru.

Kondisi ini yang kemudian menjadi motor penguatan IHSG hingga 30 persen dari level terendahnya pada Maret di kisaran 3.880. Namun, dia menilai penguatan agresif tersebut justru menjadi sinyal bahaya untuk periode Juni karena secara valuasi, PER IHSG juga ikut naik sekitar 30 persen.

Sementara itu, pada hari ini terpantau 6 sektor menguat dan 4 sektor melemah. Sejumlah saham yang menopang penguatan IHSG hari ini ialah DMMX +13,75 persen, CPIN +11,06 persen, KRAS +10,34 persen, BBRI +8,06 persen, dan ADRO +6,8 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top