Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Tempat penyimpanan minyak di Pelabuhan Richmond in Richmond, California -  Bloomberg / David Paul Morris
Premium

Pemulihan Corona Embuskan Harapan Kenaikan Harga Minyak

26 Mei 2020 | 14:43 WIB
Pemulihan virus corona di sejumlah negara mengembuskan harapan kenaikan harga minyak

Bisnis.com, JAKARTA— Pemulihan ekonomi setelah penyebaran virus corona di beberapa negara mengembuskan harapan kenaikan harga minyak.

Akhir April mungkin menjadi masa kelam bagi komoditas minyak mentah. Pasalnya, minyak mentah diperdagangkan pada level negatif yang artinya para produsen membayar setiap barel minyak yang diberikan kepada konsumen.

Padahal, pada kondisi normal konsumen lah yang harus mengeluarkan biaya untuk memeroleh pasokan minyak. Tangki-tangki yang penuh dan penurunan permintaan memaksa para produsen akhirnya membayar setiap barel minyak yang diambil para konsumen.

Hal itu lebih baik daripada minyak harus dibuang ke laut atau produksi dihentikan sama sekali. Merosotnya permintaan minyak kala itu tidak lain karena penyebaran virus corona berimbas cukup parah sehingga menghentikan kegiatan ekonomi sementara.

Titik terparah harga minyak pada bulan lalu pun tercapai yakni –US$37 per barel pada minyak jenis West Texas Intermediate (WTI). Harga minyak tergelincir setelah pada beberapa sebelumnya 1 barel minyak ditawar US$2 dalam sebuah lelang di Texas, penghasil minyak terbesar di Amerika Serikat.

Namun, membaiknya kondisi dunia dari virus corona dalam sebulan terakhir mengembuskan harapan terhadap kenaikan harga minyak. Bloomberg mencatat pada pukul 14.25 WIB, harga minyak jenis WTI untuk kontrak Juli berada di level US$34,47 per barel atau menguat 3,67 persen. Sementara itu, minyak jenis Brent menguat 2,22 persen ke level US$36,32 per barel.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top