Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Saham Asia Bergerak Beragam di Awal Pekan

Kepala Strategi Investasi AMP Capital Investors Ltd. di Sydney Shane Oliver mengatakan salah satu ancaman besar bagi pemulihan pasar adalah meningkatnya perang antara AS da China.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  10:24 WIB
Bursa Asia -  Bloomberg.
Bursa Asia - Bloomberg.

Bisnis.com, JAKARTA—Bursa Asia memulai perdagangan di awal pekan ini dengan beragam seiring pelaku pasar yang tengah mengamati lebih banyak tanda-tanda ekonomi dibukanya kembali ekonomi global.

Di sisi lain, pasar juga memerhatikan kondisi yang menegang antara Amerika Serikat-China.

Seperti dilansir dari Bloomberg, Bursa Hong Kong terpantau melanjutkan penurunan pada Jumat lalu, setelah bentrokan dengan polisi yang berbaris menentang langkah China untuk menindak perbedaan pendapat. Sementara itu, bursa Tokyo dan Sydney naik, sedangkan bursa Seoul dan Shanghai berfluktuasi.

Adapun indeks berjangka S&P 500 terdorong naik, membangun reli dari akhir sesi Jumat lalu, sedangkan minyak kembali tercebut. Volume perdagangan dprediksi kecil seiring hari libur di AS, Inggris, dan Singapura.

Di sisi lain, China menetapkan tingkat referensi harian yuan pada level terlemah sejak 2008 setelah meningkatnya ketegangan dengan AS, mendorong yuan ke level terendah dalam tujuh bulan terakhir.

Di Jepang, pemerintah setempat diperkirakan akan menyudahi keadaan darurat di Tokyo dan daerah sekitarnya Senin depan. Adapun di Australia anak-anak mulai kembali ke sekolah sedangkan daerah paling parah di Italia Utara melaporkan nol kematian untuk pertama kalinya.

Sementara itu, AS sedang mempertimbangkan untuk membatasi perjalanan dari Brasil, yang sekarang memiliki jumlah kasus tertinggi kedua di dunia.
Gejolak baru di Hong Kong yang meluas ke protes jalanan akhir pekan ini mengancam akan merusak hubungan Sino-AS yang sudah suram.

AS harus melepaskan "angan-angan" untuk mengubah China, Menteri Luar Negeri China Wang Yi mengatakan, memperingatkan bahwa para pemimpin Amerika berpotensi mendorong menuju Perang Dingin yang baru.

Sentimen bullish berlaku untuk saat ini dan ekuitas global tetap sekitar 30 persen lebih tinggi dari posisi terendah Maret, didorong oleh langkah-langkah stimulus dan optimisme untuk rebound cepat dari virus.

Kepala Strategi Investasi AMP Capital Investors Ltd. di Sydney Shane Oliver mengatakan salah satu ancaman besar bagi pemulihan pasar adalah meningkatnya perang antara AS da China.

"Fokus utama kemungkinan akan tetap pada bukti yang berkelanjutan bahwa jumlah kasus Covid-19 baru sedang melambat di negara-negara maju, kemajuan menuju solusi medis, pembukaan kembali ekonomi dan tanda-tanda bahwa kegiatan ekonomi sedang meningkat," ujarnya.

Berikut sejumlah pergerakan pasar utama:

Saham:
Futures pada S&P 500 naik 0,1 persen pada 10:22 di Tokyo
Indeks Topix Jepang naik 1 persen
Hang Seng Hong Kong turun 0,9 persen
Indeks S & P / ASX 200 Australia bertambah 1,5 persen
Indeks Kospi Korea Selatan turun 0,1 persen

Mata uang:
Yen sedikit berubah pada 107,64 per dolar.
Yuan lepas pantai ditahan di 7,1495 per dolar.
Euro harga beli di level US$1,0899, sedikit berubah.
Aussie turun 0,1 persen menjadi 65,32 sen AS.

Obligasi:
Imbal hasil pada obligasi 10-tahun turun satu basis poin menjadi 0,66 persen pada hari Jumat. Futures dibuka datar.
Imbal hasil 10-tahun Australia naik hingga 0,87% persen

Komoditas:
Minyak mentah West Texas Intermediate turun 1,1 persen menjadi $ 32,90 per barel.
Emas turun 0,5 persen menjadi US$1,726,95 per ounce.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

saham Bursa Asia ekonomi global
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top