Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Live

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Hari Ini, 30 April 2020

Pada perdagangan akhir April 2020 ini, nilai tukar rupiah berakhir melonjak 414 poin atau 2,70 persen ke level Rp14.881 per dolar AS. Penguatan rupiah menjadi yang tertinggi di Asia.
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani
Aprianto Cahyo Nugroho dan Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 30 April 2020  |  15:11 WIB
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Karyawati bank menata uang dollar dan rupiah di kantor cabang PT Bank Mandiri Tbk. di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Rupiah berhasil mencatatkan pertumbuhan tertinggi di Asia pada perdagangan Kamis (30/4/2020) seiring dengan optmistis terhadap fundamental domestik dan pelemahan dolar AS.

Pada perdagangan akhir April 2020 ini, nilai tukar rupiah berakhir melonjak 414 poin atau 2,70 persen ke level Rp14.881 per dolar AS. Penguatan rupiah menjadi yang tertinggi di Asia.

Adapun, kurs rupiah menyentuh posisi Rp15.157 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini.

Sementara itu, dolar AS yang mengukur greenback terhadap sejumlah mata uang utama menunjukkan pelemahan 0,07 persen ke posisi 99,499 pada pukul 15.30 WIB.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim menyampaikan fundamental ekonomi Indonesia telah teruji dan begitu kokoh pasca data ekonomi eksternal yang lesu. Hal ini membawa angin segar bagi investasi di pasar valas dan obligasi.

"Pelaku pasar kembali percaya terhadap pasar dalam negeri, sehingga wajar kalau arus modal asing kembali masuk begitu deras dan membawa mata uang garuda kembali digdaya dan melampaui mata uang lainnya,"; paparnya, Kamis (30/4/2020).

Dari sisi eksternal, fokus pasar telah berubah dari Federal Reserve ke Bank Sentral Eropa, karena dewan pemerintahan harus memutuskan pada hari Kamis pembelian lebih dari 1 triliun euro ($ 1,1 triliun) aset dan rencana pinjaman untuk menjaga bisnis perusahaan serta konsumsi rumah tangga.

Federal Reserve mempertahankan suku pada hari Rabu, tetapi menyatakan keinginan untuk melakukan lebih banyak untuk mendukung perekonomian jika ini diperlukan.

Stimulus tentunya dibutuhkan karena PDB AS kuartal I/2020 hanya mencapai -4,8 persen, penurunan ekonomi terburuk sejak 2008. Data itu juga melebihi perkiraan ekonom sebesar -4 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah kurs dolar as
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top