Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi AS Memble, Kok Wall Street Malah Melonjak di Awal Dagang?

Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat berhasil naik tajam pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/4/2020), kendati ekonomi AS dilaporkan terkontraksi pada kuartal pertama.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 April 2020  |  22:01 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Tiga indeks saham utama di bursa Wall Street Amerika Serikat berhasil naik tajam pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/4/2020), kendati ekonomi AS dilaporkan terkontraksi pada kuartal pertama.

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 menanjak 1,90 persen atau 54,32 poin ke level 2.917,71 pada pukul 10.13 pagi waktu New York.

Pada saat yang sama, indeks Dow Jones Industrial Average menguat 1,85 persen atau 445,35 poin ke level 24.546,90 dan indeks Nasdaq Composite melonjak 3,03 persen atau 260,45 poin ke level 8.868,18.

Departemen Perdagangan AS pada Rabu (29/4) melaporkan ekonomi AS menyusut 4,8 persen secara tahunan pada kuartal I/2020, kontraksi pertama sejak 2014 yang saat itu mencatat minus 1,1 persen.

Tak hanya menjadi penurunan terburuk sejak 2008, kontraksi pada kuartal pertama tahun ini juga lebih buruk daripada proyeksi median ekonom dalam survei Bloomberg untuk penurunan 4 persen.

Kontraksi tersebut dialami karena upaya yang dilancarkan untuk membendung persebaran virus corona telah memaksa banyak perusahaan di AS tutup dan konsumen tidak keluar dari rumah masing-masing.

Kendati demikian, harapan baru atas adanya obat untuk melawan virus corona mampu membantu investor mengabaikan laporan tersebut.

Indeks S&P 500 naik sekitar 2 persen setelah Gilead Sciences Inc. mengungkapkan bahwa data positif telah muncul dari uji coba pengobatan potensial untuk virus corona.

Sementara itu, negara-negara di seluruh dunia tengah mendiskusikan cara memulai kembali aktivitas perekonomian. Sejumlah negara yang terdampak keras, seperti Spanyol, mengatakan membutuhkan setidaknya delapan pekan lagi untuk sepenuhnya mencabut pembatasan.

“Data ekonomi tersebut hanya angin lalu dan pasar akan terus melihat ke depan, mencoba mengantisipasi dimulainya kembali kegiatan ekonomi dalam jangka pendek dan adanya vaksin atau obat,” ujar Chris Zaccarelli, chief investment officer untuk Independent Advisor Alliance.

“Mengingat semua stimulus dalam sistem, pasar dapat terus bergerak lebih tinggi tetapi kita harus tetap berhati-hati,” tambahnya, dikutip dari Bloomberg.

Sejalan dengan bursa AS, indeks Stoxx Europe 600 menanjak 1,3 persen, indeks MSCI Asia Pacific Index menguat 1 persen, dan indeks MSCI All-Country World naik tajam 1,9 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi as bursa as wall street
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top