Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perusahaan Petrokimia BRPT & TPIA Terpantik Dinginnya Harga Minyak

Koreksi harga minyak mentah sepanjang periode berjalan 2020 telah menjadi bahan bakar bagi laju saham BRPT dan TPIA.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 28 April 2020  |  08:16 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya
Pekerja beraktivitas di proyek pembangunan pabrik Polyethylene (PE) baru berkapasitas 400.000 ton per tahun di kompleks petrokimia terpadu PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), Cilegon, Banten, Selasa, (18/6/2019). - Bisnis/Triawanda Tirta Aditya

Bisnis.com,JAKARTA — Pelemahan harga minyak diprediksi akan terus membawa saham PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. (TPIA) terus menguat.

Pelemahan harga minyak masih belum berakhir. Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) kontrak Juni 2020 ditutup turun US$4,16 ke level US$12,78 per barel di New York Mercantile Exchange.

Sejalan dengan WTI, harga minyak Brent untuk kontrak Juni 2020 anjlok US$1,45 ke level US19,99 per barel.

Koreksi harga minyak mentah sepanjang periode berjalan 2020 telah menjadi bahan bakar bagi laju saham BRPT dan TPIA. Meski terkoreksi pada sesi perdagangan Senin (27/4/2020), keduanya tercatat telah menguat signifikan sepanjang April 2020.

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), BRPT ditutup terkoreksi 2,02 persen ke level Rp1.215 pada perdagangan, Senin (27/4/2020). Kondisi serupa juga dialami TPIA yang mendarat di zona merah dengan penurunan harga saham 0,29 persen ke level Rp8.625.

Kendati demikian, BEI mencatat dua emiten milik Prajogo Pangestu itu masih berada dalam daftar 10 besar movers indeks harga saham gabungan (IHSG) secara month to date (mtd) April 2020. BRPT dan TPIA masing-masing telah menguat 67,6 persen dan 64,3 persen sampai dengan penutupan, Senin (27/4/2020).

Di sisi lain, saham BRPT dan TPIA tercatat masih menjadi incaran investor asing. Keduanya kompak mencetak net buy atau beli bersih investor asing yakni BRPT senilai Rp62,33 miliar dan TPIA Rp47,39 miliar secara year to date (ytd).

Technical Analyst Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan saham BRPT dan TPIA masih dapat melanjutkan penguatan. Pasalnya, dua emiten itu diuntungkan dengan adanya pelemahan harga minyak.

“Untuk BRPT, ada faktor tambahan yaitu buyback,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (28/4/2020).

Sebagai catatan, BRPT telah mengumumkan aksi pembelian kembali atau buyback saham mulai 12 Maret 2020 hingga 12 Juni 2020. Perseroan akan menggucurkan dana sebanyak-banyaknya Rp1 triliun untuk mengeksekusi aksi korporasi tersebut.

BRPT berencana membeli sebanyak-banyaknya 2 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor penuh atau sekitar 1,78 miliar saham. Perseroan akan melakukan pembelian kembali saham dengan harga yang lebih rendah atau sama dengan harga penutupan sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak chandra asri barito pacific
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top