Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Sentral Jepang Katrol Stimulus Moneter, Bursa Global Naik Tajam

Pasar saham global berhasil mengawali pekan ini dengan kenaikan tajam, di tengah tanda-tanda perkembangan positif dalam perang melawan pandemi virus corona (Covid-19) dan dorongan langkah-langkah stimulus Bank of Japan (BOJ).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  14:29 WIB
Bursa Efek Frankfurt. -  Alex Kraus / Bloomberg
Bursa Efek Frankfurt. - Alex Kraus / Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pasar saham global berhasil mengawali pekan ini dengan kenaikan tajam, di tengah tanda-tanda perkembangan positif dalam perang melawan pandemi virus corona (Covid-19) dan dorongan langkah-langkah stimulus dari Bank of Japan (BOJ).

Berdasarkan data Bloomberg, kontrak berjangka indeks S&P 500 menguat 1,4 persen perdagangan Senin (27/4/2020) pukul 7.14 pagi waktu London (pukul 13.14 siang WIB), setelah indeks saham acuan S&P naik tajam 1,4 persen pada perdagangan Jumat (24/4/2020).

Pada saat yang sama, futures Euro Stoxx 50 melonjak 2,1 persen, indeks Topix Jepang menanjak 1,8 persen, dan indeks S&P/ASX 200 Australia menguat 1,5 persen.

Sementara itu, indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,8 persen, indeks Hang Seng Hong Kong naik tajam 1,9 persen, dan indeks Shanghai Composite China naik 0,4 persen.

Pada Senin (27/4), Bank of Japan (BOJ) menghapus batasan pembelian obligasi pemerintah, mengikuti upaya bank sentral negara-negara lain yang melancarkan ekspansi stimulus moneter besar-besaran di tengah hantaman pandemi Covid-19 terhadap ekonomi dunia.

Bank sentral Jepang ini juga meningkatkan ruang lingkup pembelian obligasi korporasi dan surat berharga dengan menaikkan plafon menjadi 20 triliun yen.

Selain itu, dengan kebijakan ekstra yang fokus mendukung banyak perusahaan yang tengah berjuang dengan bantuan pembiayaan, BOJ mempertahankan target suku bunga jangka pendek dan jangka panjangnya.

Di sisi lain, laju angka kematian akibat Covid-19 dilaporkan mencatat perlambatan terbesar dalam lebih dari sebulan di Spanyol, Italia, dan Prancis, sedangkan angka kematian yang dilaporkan di Inggris dan New York mencapai level terendah sejak akhir Maret.

Para pedagang selanjutnya akan menantikan rapat kebijakan moneter Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa (ECB) pekan ini ketika sejumlah negara melanjutkan langkah-langkah untuk melonggarkan pemberlakukan lockdown.

Sementara itu, beberapa negara akan merilis angka PDB mereka dan laporan kinerja keuangan perusahaan akan terus mengalir, termasuk oleh Amazon.com Inc., Barclays Plc., dan Samsung Electronics Co.

“Pekan ini akan sangat berpengaruh dari perspektif data makro dan sejauh mana ekonomi global telah terdampak Covid-19,” ujar Simon Ballard, kepala ekonom di First Abu Dhabi Bank.

“Sampai kita benar-benar melewati puncak wabah, dalam skala global, dan dapat menganggap patogen ini akan terbendung dan tidak ada risiko berarti dari gelombang kedua kasus infeksi, kami percaya strategi investasi defensif akan tetap menjadi yang paling sesuai,” lanjutnya.

Terkait perkembangan upaya melawan Covid-19, Gubernur New York Andrew Cuomo merancang rencana membuka kembali aktivitas perekonomian secara bertahap seiring dengan melambatnya laju pertambahan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) di negara bagian Amerika Serikat ini.

“Tidak ada keraguan bahwa, di titik ini, kami telah melalui yang terburuk. Dan selama kita melangkah maju dengan hati-hati, yang terburuk seharusnya sudah berakhir,” ujar Cuomo kepada awak media pada Minggu (26/4/2020).

Italia dan Spanyol, dua negara Eropa yang paling terpukul Covid-19, bersama dengan negara tetangganya Prancis, pun mengisyaratkan langkah-langkah tentatif untuk membuka perekonomian mereka.

Di tengah sentimen positif untuk aset-aset berisiko, harga emas di pasar spot turun 0,4 persen ke level US$1.722 per troy ounce. Adapun, harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate melorot 11,5 persen menjadi level US$15 per barel.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa saham bursa global
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top