Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

National Australia Bank Targetkan US$3,5 Miliar dari Rencana Divestasi

Nasional Australia Bank Ltd menargetkan A$3,5 miliar (US$ 2,24 miliar) dalam rencana divestasi saham untuk menopang permodalan.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 27 April 2020  |  10:39 WIB
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) -  Bloomberg/ Brendon Thorne
Suasana di depan Opera House, Sydney, di tengah lockdown, Senin (23/3/2020) - Bloomberg/ Brendon Thorne

Bisnis.com, JAKARTA - Nasional Australia Bank Ltd menargetkan A$3,5 miliar (US$ 2,24 miliar) dalam rencana divestasi saham untuk menopang permodalan.

Selain itu perusahaan juga memangkas porsi dividennya menyusul anjloknya laba pada semester pertama.

Dilansir Bloomberg, laba tunai merosot 51 persen menjadi A$ 1,4 miliar dalam periode enam bulan yang berakhir 31 Maret 2020. Bank yang bermarkas di Melbourne tersebut juga memangkas dividen menjadi 30 sen Australia per saham, dari 83 sen Australia tahun lalu.

Pengumuman awal ini membuat investor bersiap untuk musim pendapatan bank terburuk sejak krisis keuangan global. Bahkan sebelum virus corona memaksa penutupan sebagian besar perekonomian, laba perusahaan berada di bawah tekanan dari suku bunga yang sangat rendah.

"Kami tidak memiliki harapan bahwa dunia akan kembali seperti semula tahun ini," kata Chief Executive Officer National Australia Bank Ross McEwan dan Chairman Philip Chronican dalam sebuah surat kepada para pemegang saham.

“Berdasarkan pengalaman kami selama krisis keuangan global, kami tahu bahwa mengambil tindakan awal dan tegas untuk memperkuat bisnis kami dan mendukung nasabah kami merupakan hal yang sangat penting,” lanjut mereka.

 

Pemotongan Gaji

McEwan, mantan kepala Royal Bank of Scotland Group Plc, hanya bertanggung jawab atas National Australia pada bulan Desember, pada awalnya ditugaskan untuk memulihkan kepercayaan nasabah menysuul pelanggaran industri keuangan yang meluas yang melibatkan perusahaan.

Dia sekarang harus memimpin bank melalui resesi global terbesar sejak The Great Depresion pada 1930-an.

McEwan dan Chronican masing-masing bersedia dipangkas gajinya sebesar 20 persen untuk paruh kedua tahun fiskal ini tanpa menerima bonus ekskutif.

National Australia bank juga menyisihkan tambahan pencadanan untuk pinjaman bermasalah senilai A$ 807 juta akibat dampak dari wabah virus corona . Dalam skenario terburuk, kerugian dari kredit perbankan diperkirakanmencapai US$3,1 miliar .

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perbankan australia
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top