Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Minyak Diperkirakan Pulih Ke US$22 Per Barel

Harga minyak jenis WTI akan menguji level US$22 per barel sedangkan jenis Brent Crude (ICE) akan menguji US$25 per barrel.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 24 April 2020  |  16:42 WIB
Harga minyak naik - Ilustrasi
Harga minyak naik - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak berjangka diperkirakan akan berangsur pulih ke level US$22 per barel untuk kontrak Juni dan seterusnya.

Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan harga minyak berjangka akan kembali menguat untuk kontrak Juni 2020. Menurutnya, harga minyak jenis WTI akan menguji level US$22 per barel sedangkan jenis Brent Crude (ICE) akan menguji US$25 per barrel.

“Harga minyak akan kembali rebound ke posisi semula yakni US$22 per barel untuk WTI dan US$25 per barrel untuk Brent Crude,” katanya kepada Bisnis pada Jumat (24/4/2020).

Ibrahim optimistis pengurangan produksi oleh beberapa negara penghasil minyak akan menjadi sentimen positif penguatan. Salah satu negara yang telah mengumumkannya adalah Kuwait yang memangkas 23 persen produksinya per 1 Mei.

Menurutnya, hal tersebut bisa jadi akan dilakukan oleh negara penghasil lain yang tergabung di OPEC lalu Rusia dan Amerika Serikat. Selain itu, sentimen positif lainnya adalah mulai dtemukannya vaksin virus covid-19.

Harga minyak tidak akan minus apalagi O karena semua ada harganya. Kontrak Mei sempat negatif karena sudah mau selesai jadi trader jual berapa pun juga. Harga pasti akan rebound,” katanya.

Berdasarkan pemantauan Bloomberg pukul 15.51 WIB, harga minyak jenis WTI untuk kontrak Juni 2020 berada di lebel US$15,74 per barel terkoreksi 4,61 persen dibandingkan hari sebelumnya. Sementara itu, harga minyak jenis ICE juga terkoreksi 3,14 persen ke level US$20,66 per barel untuk kontrak Juni 2020.

Sebelumnya, pada Selasa (21/4/2020) harga minyak jenis WTI untuk kontrak Mei 2020 di bursa Nymex diperdagangkan di level -US$4,5 per barel. Harga itu relatif lebih baik dibandingkan dengan harga pada penutupan perdagangan Senin (20/4/2020), yang untuk pertama kalinya dalam sejarah minyak, harga parkir di area negatif yaitu di level -US$37,63 per barel.

Sebagai informasi, berdasarkan data Energy Information Administration (EIA) melansir stok minyak mentah di Cushing, Oklahoma - pusat penyimpanan utama AS - telah melonjak 48 persen menjadi hampir 55 juta barel sejak akhir Februari. Adapun, situs itu memiliki kapasitas penyimpanan kerja sebesar 76 juta per 30 September.

Pada pekan lalu, cadangan minyak mentah AS berada di level 19.248 juta barel, lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 11.676 juta barel. Akibatnya, pasar pun khawatir kilang penyimpanan AS tidak akan cukup lagi untuk menampung banjirnya cadangan minyak itu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top