Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pasar Modal Tertekan, Target IHSG Dipangkas

Sekuritas dan manajer investasi menurunkan proyeksi IHSG sepanjang 2020 seiring tekanan yang menimpa pasar saham domestik akibat imbas penyebaran virus corona (Covid-19).
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 23 April 2020  |  04:30 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone didekat papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Jakarta, Rabu (22/4/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA — Di tengah situasi pasar modal yang kian tak pasti, sekuritas dan manajer investasi memangkas target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga akhir 2020.

Vice President Research Artha Sekuritas Frederik Rasali mengatakan saat ini pihaknya telah memangkas target IHSG hingga akhir tahun nanti menjadi 4.800. Alasannya, dia meyakini bahwa wabah Covid-19 tidak akan selesai dalam waktu dekat.

Frederik menilai wabah ini hanya akan mereda jika vaksinnya telah ditemukan, seperti wabah Flu Spanyol yang terjadi seabad lalu. Menurutnya, vaksin akan jadi kunci apakah ekonomi dapat mulai melaju kembali atau sebaliknya.

“Walaupun pemerintah ingin membuka kembali ekonomi, tapi kami yakin selama belum ada vaksin maka ekonomi masih butuh waktu bertahap dalam pemulihannya,” tuturnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (22/4/2020).

Panin Asset Management juga telah memangkas target IHSG mereka dan menyusunnya dalam tiga skenario sesuai dengan perkembangan pandemi, khususnya mengacu pada wabah yang terjadi di Amerika Serikat.

Direktur Panin AM Rudiyanto mengatakan perkembangan Covid-19 menjadi acuan mereka karena pasar Negeri Paman Sam tersebut merupakan kiblat perdagangan saham dunia. Maka dari itu, pihaknya menjadikan kurva pasien baru di AS sebagai patokan.

“Kurva pasien baru ini menandakan apakah wabah di sana sudah mencapai puncak atau belum,” jelasnya kepada Bisnis.

Kemungkinan terbaik atau best case adalah jika puncak wabah di AS terjadi di pertengahan April, maka Panin AM optimis IHSG bisa kembali ke 6.400 di akhir tahun nanti. Kemudian base case, jika puncak kurva baru terjadi akhir April, maka IHSG diprediksi akan ada di level 6.000.

Terakhir adalah kemungkinan terburuk jika puncak kasus di AS baru terlihat setelah bulan Juni, maka Panin AM memproyeksikan IHSG hanya akan mampu mencapai level 5.000.

Rudiyanto menjelaskan puncak kurva menjadi acuan karena setelah melewati posisi wabah paling parah diharapkan pandemi mulai mereda dan akan surut dalam 2-3 bulan setelahnya, diikuti oleh mulai kembalinya aktivitas ekonomi.

Terpisah, Head of Investment Avrist Asset Management Farash Farich juga membagi proyeksi IHSG hingga akhir tahun dalam 3 kemungkinan yakni pada level 5.833 (best), 5.438 (base), 4.091 (bear).

“Dengan pertimbangan untuk price earnings ratio di range 13.5x sampai 17.5x dan pertumbuhan laba di kisaran -1 hingga -10 persen,” tuturnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG prediksi ihsg
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top