Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Bursa AS Tak Bergairah Jelang Musim Laporan Keuangan Korporasi

Bursa saham Amerika Serikat bergerak di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Senin (13/4/2020), menjelang dimulainya musim laporan keuangan perusahaan yang diwarnai oleh ketidakpastian akibat pandemi virus corona (Covid-19).
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg
Pedagang bekerja di lantai bursa New York Stock Exchange./ Michael Nagle - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa saham Amerika Serikat bergerak di zona merah pada awal perdagangan hari ini, Senin (13/4/2020), menjelang dimulainya musim laporan keuangan perusahaan yang diwarnai oleh ketidakpastian akibat pandemi virus corona (Covid-19).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks S&P 500 melemah 1,22 persen atau 33,99 poin ke level 2.755,83 pada pukul 8.52 WIB atau 9.52 pagi waktu New York.

Pada saat yang sama, indeks Dow Jones Industrial Average merosot 1,29 persen ke posisi 23.413,10 dan indeks Nasdaq Composite terkoreksi 0,52 persen ke level 8.111,48.

Indeks S&P 500 tergelincir setelah menguat hampir 25 persen dari level terendahnya pada Maret. Pasar saham di pusat-pusat keuangan utama Asia pun turun, sedangkan pasar di Eropa ditutup untuk liburan Paskah.

Dengan gejolak yang ditimbulkan pandemi virus corona di seluruh dunia, para pelaku pasar tampak telah kehilangan arah terkait laba perusahaan.

Saat musim laporan keuangan dimulai pekan ini, para pedagang mungkin bisa merasakan betapa buruknya dampak terhadap laba perusahaan-perusahaan global ketika wabah virus tersebut menggoyang ekonomi global.

“Perusahaan, analis, pedagang, investor, dan ahli strategi sampai batas tertentu 'terbang memasuki musim laporan laba tanpa perlengkapan',” ujar John Stoltzfus, kepala strategi investasi di Oppenheimer & Co., seperti dilansir dari Bloomberg.

“Sifat penutupan ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya, social distancing dan langkah berlindung di dalam hunian seperti yang diperintahkan oleh para pejabat memberikan banyak ketidakpastian,” tambahnya.

Sejalan dengan bursa AS, indeks MSCI Asia Pacific turun 0,6 persen dan indeks MSCI Emerging Market melemah 0,7 persen.

Sebaliknya, nilai tukar yen Jepang, yang kerap diburu investor kala dilanda ketidakpastian, menguat 0,5 persen menjadi level 107,93 per dolar AS.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Rivki Maulana
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper