Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Transaksi Kontrak Berjangka Derivatif Sepanjang Kuartal I/2020 Naik 40%

Transaksi kontrak berjangka derivatif di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan dikliringkan di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang kuartal pertama 2020.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 12 April 2020  |  00:37 WIB
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Bejangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar
Karyawan mengamati Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), di galeri Bursa Bejangka Komoditi , Jakarta, Senin (15/5). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, Jakarta-Transaksi kontrak berjangka derivatif di Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) dan dikliringkan di PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI mengalami pertumbuhan yang signifikan sepanjang kuartal pertama 2020.

Berdasarkan data KBI, sepanjang Januari-Maret, terjadi pertumbuhan volume transaksi kontrak berjangka derivatif sebesar 40 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Tercatat, volume transaksi kontrak berjangka di kuartal I/2020 ini sebesar 2.205.468,2 lot, sedangkan pada kuartal I/2019 volumenya sebesar 1.572.079,9 lot.

Direktur Utama PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) Fajar Wibhiyadi mengatakan pertumbuhan ini menandakan bahwa di tengah situasi yang melanda Indonesia saat ini ternyata investasi di kontrak berjangka masih diminati para investor

“Ini juga membuktikan bahwa perdagangan berjangka komoditi cukup tahan terhadap guncangan ekonomi, baik nasional maupun global,” ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Bisnis, Sabtu (11/4/2020)

Dalam kontrak berjangka derivatif, terdapat beberapa jenis transaksi, yaitu Currency, Index, Komoditi Sistem Perdagangan Alternatif (SPA) serta single stock. Untuk Currency, sepanjang kuartal I/2020 volume transaksi sebanyak 252.669,0 lot, naik 23 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yaitu sebanyak 205.646,1 lot.

Untuk Index, pada kuartal I/2020, volume transaksinya sebanyak 221,187,0 lot, naik 28 persen secara year-on-year (yoy) dari periode yang sama tahun lalu yang berjumlah 172,280,4 lot.

Kemudian, untuk Komoditi SPA, volumenya pada periode yang sama sebesar 1.731.612,0 lot, naik 45 persen (yoy) dari 1.194.153,4 lot.

Fajar optimis kontrak berjangka derivatif akan terus tumbuh. Menurutnya, jika ekonomi telah kembali kondusif besar kemungkinan pertumbuhan akan lebih baik. “Kalau kita melihat saat ini saja, di saat situasi ekonomi sedang tidak baik karena ada wabah Corona, bisa mencatatkan pertumbuhan yang signifikan.”

Selain data tentang kontrak berjangka derivatif, KBI juga merilis data tentang Perdagangan Pasar Fisik Timah yang ada di Bursa Berjangka Jakarta. Transaksi perdagangan pasar fisik timah batangan pada kuartal I/2020 mencapai 3.859 lot.

Mengenai pasar fisik timah, Fajar juga menilai perkembangan pada tiga bulan pertama tahun 2020 cukup menggembirakan dan yakin bahwa peluangnya akan tetap menarik minat para investor di waktu yang akan datang.

Selain timah murni batangan, kata Fajar, KBI akan terus mengajak para pemangku kepentingan untuk membawa perdagangan komoditas ke bursa berjangka. Rencananya pada tahun ini KBI akan merilis beberapa komoditas.

“Ada beberapa komoditas yang saat ini sedang dikaji bersama antara KBI dengan BBJ. Yang dilakukan KBI ini tentu sejalan dengan peran yang kami emban, yaitu selaku BUMN kami juga diharapkan berperan dalam peningkatan ekonomi nasional,” ujarnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa berjangka
Editor : Ropesta Sitorus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top