Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Sri Mulyani: Terbitkan Global Bond US$4,3 Miliar, Indonesia Cetak 2 Rekor

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pemerintah berhasil melakukan US$4,3 miliar dari emisi tahap pertama surat utang yang dananya akan digunakan untuk penanganan dan pemulihan penyebaran COVID-19.
M. Nurhadi Pratomo & Wildan Martak
M. Nurhadi Pratomo & Wildan Martak - Bisnis.com 07 April 2020  |  17:52 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) bersama dengan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara menjawab pertanyaan wartawan usai melakukan pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan di Kantor DJP, Jakarta, Selasa (10/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berhasil menerbitkan obligasi global atau pandemic bond senilai US$4,3 miliar pada Senin (6/4/2020) malam.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan pemerintah berhasil melakukan US$4,3 miliar dari emisi tahap pertama surat utang yang dananya akan digunakan untuk penanganan dan pemulihan penyebaran COVID-19. Instrumen itu disebut oleh pemerintah sebagai pandemic bond.

Dalam emisi tahap pertama, pandemic bond Indonesia akan terdiri atas tiga seri. Pertama, senilai US$1,65 miliar bertenor 10,5 tahun atau jatuh tempo 15 Oktober 2030 dengan yield atau imbal hasil 3,90 persen.

Kedua, senilai US$1,65 miliar bertenor 30,5 tahun atau jatuh tempo 17 Oktober 2050 dengan yield atau imbal hasil 4,25 persen. Ketiga, senilai US$1 miliar bertenor 50 tahun atau jatuh tempo 15 April 2070 dengan yield atau imbal hasil 4,50 persen.

Menurutnya penerbitan global bond itu merupakan nominal terbesar yang pernah dilakukan. Di sisi lain, Indonesia menjadi negara pertama di Asia yang melakukan penerbitan global bond setelah adanya wabah Corona.

"Ini merupakan global bond terbesar yang pernah diterbitkan Indonesia. Selain itu, ini menjadi global bond pertama di Asia yang berhasil diterbitkan sejak terjadi pandemi pada Februari 2020," paparnya, Selasa (7/4/2020).

Menurutnya, penerbitan global bond bertujuan menjaga pembiayaan secara aman dan menambah cadangan devisa bagi Bank Indonesia. Pemanfaatan penerbitan ini adalah sangat positif di tengah turbulensi pasar keuangan global.

Sri Mulyani menambahkan penerbitan dilakukan secara elektronik tanpa pertemuan fisik dan roadshow dilakukan tanpa tatap muka.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi sri mulyani
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top