Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Terus Melemah, Sembilan Sektor Tertekan

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.20 WIB, IHSG terpantau melemah 4,77 persen atau 216,63 poin ke level 4.328,94.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 30 Maret 2020  |  09:43 WIB
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintas di dekat papan elektronik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks harga saham gabungan (IHSG) terus bergerak melemah pada perdagangan Senin (30/3/2020).

Berdasarkan data Bloomberg pada pukul 09.20 WIB, IHSG terpantau melemah 4,77 persen atau 216,63 poin ke level 4.328,94.

Sebelumnya pada pukul 9.02 WIB, IHSG anjlok 4,19 persen atau 190,56 poin menuju 4.355,  setelah pada akhir perdagangan Jumat pekan lalu (27/3), indeks ditutup melonjak 4,76 poin ke level 206,67.

Dari 686 saham yang diperdagangkan, hanya 25 saham yang menguat, sedangkan 185 saham melemah, dan 476 saham lainnya stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk yang melemah masing0masing 5,81 persen dan 6,81 persen menjadi penekan utama pelemahan IHSG pagi ini.

Sementara itu, seluruh 9 sektor pada indeks terpantau melemah, dipimpin oleh sektor aneka industri dan infrastruktur yang masing-masing melemah 5,66 persen, disusul sektor industri dasar yang turun 5,59 persen.

Berdasarkan catatan PT Pilarmas Investindo Sekuritas berdasarkan analisis teknikal IHSG berpeluang melemah ke kisaran 4.300-an pada hari ini.

“Berdasarkan analisa teknikal kami melihat saat ini IHSG memiliki peluang bergerak melemah dan di-trading-kan pada level 4.357—4.716,” tertulis dalam riset, dikutip pada Senin (30/3/2020).

Adapun, beberapa insentif yang akan memengaruhi perdagangan hari ini di antaranya adalah langkah pemerintah Jepang dalam menanggulangi wabah COVID-19. Meski tingkat kematian ataupun jumlah pasien di negara ini tidak terlalu tinggi, tetapi dampaknya terhadap sektor keuangan cukup besar.

Hans Kwee, Direktur Anugerah Mega Investama, mengatakan sentimen positif berupa penguatan bursa global dan regional berhasil mendorong IHSG pada seminggu terakhir.

"Pada awal pekan depan, kami perkirakan IHSG akan terkoreksi terlebih dahulu setelah mengalami kenaikan banyak di perdagangan Kamis dan Jumat," katanya Sabtu (28/3/2020).

IHSG sepekan membentuk candle naik dengan shadow di atas dan bawah indikasi kekuatan naik dengan fluktuasi di pasar. Menurut Hans, IHSG berpeluang konsolidasi melemah di pekan depan dengan support 4100 sampai 3911 dan resistance di level 4697 sampai 4937.

"Pelaku pasar harus rasional karena pasar mungkin akan fluktuasi cukup tinggi akibat wabah virus corona yang menunjukan peningkatan tinggi di beberapa negara," jelas Hans.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top