Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Proyek Perkantoran Rampung, Capri Nusa (CPRI) Bidik Rp10 Miliar

Proyek JW Smart Office Tower & Convention Hall dibangun dengan pendanaan dari hasil IPO
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 21 Maret 2020  |  13:21 WIB
Interior JW Smart Office Tower & Convention Hall di Jatiwaringin, Jakarta Timur, proyek perkantoran yang dibangun oleh PT Capri Nusa Satu Properti Tbk. - CNSP
Interior JW Smart Office Tower & Convention Hall di Jatiwaringin, Jakarta Timur, proyek perkantoran yang dibangun oleh PT Capri Nusa Satu Properti Tbk. - CNSP

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten properti PT Capri Nusa Satu Properti Tbk. (CPRI) menargetkan pendapatan sebesar Rp10 Miliar dengan laba bersih mencapai Rp6 Miliar pada akhir tahun 2020.

Direktur Utama Capri Nusa Satu Properti Jansen Surbakti optimistis perseroan dapat mengantongi pendapatan sebesar Rp10 miliar. Dari situ, emiten bersandi saham CPRI berharap bisa membukukan laba bersih antara Rp5 miliar sampai dengan Rp6 miliar.

Dia optimistis bisa mencapai target itu karena proyek JW Smart Office Tower & Convention Hall di Jatiwaringin, Jakarta Timur mulai beroperasi pada April 2020. Gedung perkantoran dan gedung pertemuan itu menempati area seluas 2.940 meter dengan total luas bangunan 4.394 meter.

Jansen mengatakan proyek ini merupakan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum (IPO) saham CPRI pada tahun 2019 lalu.

"JW Smart Office Tower & Convention Hall lokasinya strategis di kawasan pusat bisnis Jakarta Timur, akses transportasi yang mudah dijangkau dan kualitas bangunan kantor juga dilengkapi smart technology,” katanya, Jumat (20/3/2020).

Adapun harga sewa ruang perkantoran di mini office tower berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per meter persegi. Sementara convention hall dapat digunakan untuk beragam aktivitas meeting, incentives, conferences, and exhibition (MICE) dengan kapasitas daya tampung hingga 1.000 sampai 1.500 orang.

"Untuk ruang kantor kami targetkan tingkat okupansinya mencapai 75 persen - 80 persen hingga akhir tahun 2020, sedangkan untuk convention hall bisa mencapai 60 persen di tahun pertama", ujar Jansen.

Menurutnya, penyewa ruang kantor adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang usaha kontraktor, jasa konsultasi dan Food & Beverage. Sementara untuk penyewa convention hall, sebagian besar adalah pesta pernikahan, universitas untuk acara wisuda dan dari kalangan korporasi plat merah.

“Kami percaya kalau JW sudah beroperasi selama 1 tahun potensi pendapatannya bisa mencapai Rp20 miliar dengan tingkat okupansi 60 persen sampai 70 persen,” ujarnya.

Menurut Jansen, dalam jangka panjang Capri Nusa akan fokus pada pendapatan berkelanjutan yang diproyeksikan terus meningkat setiap tahunnya dan potensi nilai aset yang meningkat ribuan persen hingga 20 tahun mendatang.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

properti Kinerja Emiten
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top