Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Petugas menunjukkan uang rupiah dan dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (19/3/2020). - Bisnis/Arief Hermawan P
Lihat Foto
Premium

Beragam Manuver Emiten Hadapi Tekanan Rupiah

Rupiah sudah menembus level Rp15.000 pada pekan ini. Bagaimana strategi emiten dalam mengatasi hal ini?
Ria Theresia Situmorang & Ilman A. Sudarwan
Ria Theresia Situmorang & Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com
19 Maret 2020 | 17:11 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terus melemah dalam beberapa waktu terakhir dan bahkan menembus Rp15.000 pada pekan ini. Sejumlah emiten pun menyiapkan siasat untuk mengatasi tekanan mata uang.

Per Kamis (19/3/2020) pukul 16.05 WIB, Bisnis mencatat rupiah ditutup melemah tajam 690 poin atau 4,53 persen di level Rp15.913 per dolar AS. 

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap mata uang utama lainnya, terpantau naik 0,16 persen atau 0,164 poin ke posisi 101,32 pukul 15.50 WIB.

Emiten dari berbagai sektor pun merasakan dampaknya. PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA), yang bergerak di ritel gawai dan aksesorisnya, menyatakan akan melakukan penyesuaian harga atas produk yang pengadaannya berbasis dolar AS dan mata uang asing lainnya jika rupiah terus tertekan.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 5 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Atau Berlangganan Sekarang

Silakan pilih paket berlangganan yang anda inginkan untuk terus menikmati konten premium.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top