Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perdagangan Rabu (18/3), IHSG Melorot ke Level Terendah Desember 2015

Indeks mencapai level terendahnya sejak 14 Desember 2015 saat berada di posisi 4.374,19. Sepanjang tahun berjalan, IHSG merosot 30,12 persen.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  12:33 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih tetap tertahan pada zona merah pada hari Rabu (18/3/2020).

Berdasarkan data dari Bloomberg, hingga penutupan sesi perdagangan pertama hari Rabu (18/3/2020), IHSG berada pada level 4.402,43 atau terkontraksi 1,22 persen bila dibandingkan dengan angka penutupan Selasa lalu.

Indeks mencapai level terendahnya sejak 14 Desember 2015 saat berada di posisi 4.374,19. Sepanjang tahun berjalan, IHSG merosot 30,12 persen.

Adapun, pagi tadi pasar dibuka pada angka 4.456,749 dan sempat mencapai posisi tertinggi pada 4.473,83 dan terendah pada 4.292,80.

Penurunan juga terjadi pada indeks LQ45 yang ditutup pada 683,66 atau turun 6,6 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya pada 731,95.

Sejumlah saham yang menjadi penekan sudah mendekati atau mencapai titik auto reject bawah (ARB) yang telah ditetapkan sebesar 7 persen. Saham PT Intiland Development Tbk (DILD) mengalami pelemahan 7 persen atau 0,13 poin ke Rp186 per saham.

Saham lain yang juga telah mencapai batas auto reject bawah adalah PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC). Emiten ini terkoreksi 0,45 poin ke Rp372 per saham. Selain itu, PT Panin Financial Tbk. (PNLF) juga menurun 6,99 persen atau 0,373 poin ke Rp173.

Sementara itu, saham-saham yang mengalami kenaikan besar salah satunya adalah PT Apexindo Pratama Duta Tbk. (APEX). Emiten ini mencetak peningkatan 27 persen atau 0,11 poin ke harga Rp216.

Menyusul Apexindo adalah PT Alakasa Industrindo Tbk yang mengalami kenaikan 23,62 persen ke Rp200 per saham.

Selanjutnya, PT Suryamas Dutamakmur (SMDM) mengalami kenaikan 0,081 poin atau 21,59 persen ke posisi Rp107 per saham.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG saham Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top