Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Ambles, Kapitalisasi Pasar 'Raib' Rp1.800 triliun

Kapitalisasi pasar saham yang susut hampir setara APBN, puluhan kali lipat Kekayaan Real Madrid, dan satu juta bungkus Indomie.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 18 Maret 2020  |  09:53 WIB
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman
Pengunjung melintas di dekat papan elektornik yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Selasa (17/3/2020). Pada perdagangan Selasa (17/3), IHSG tertekan di zona merah dan sempat mengalami trading halt menjelang akhir perdagangan. Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 4,99 persen atau 233,91 poin ke level 4456,75. Ini merupakan level terendah IHSG sejak Januari 2016. Bisnis - Abdurachman

Bisnis.com, JAKARTA – Wabah virus corona yang telah menyebar ke ratusan negara dan menjadi pandemi global telah membuat kinerja pasar saham dalam negeri babak belur. Kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuat kapitalisasi pasar atau market capitalization juga ambles.

Dalam periode tahun berjalan, IHSG telah anjlok hampir 30 persen. Pada pembukaan perdagangan hari ini, Rabu (18/3/2020) indeks sempet terkoreksi 3,24 persen ke level 4.408.

Berdasarkan data dari Bloomberg, hingga penutupan perdagangan pada Selasa (17/3/2020) kemarin, IHSG terpantau di level 4.456,74, artinya indeks sudah turun 1.842,8 poin atau 29,25 persen sejak penutupan perdagangan di akhir 2019 yang berada di angka 6.299,54.

Penurunan ini pun juga mengakibatkan nilai kapitalisasi pasar berkurang cukup signifikan. Pada akhir 2019, market cap IHSG berada di angka Rp7.023,28 triliun. Sementara itu, hingga Selasa kemarin, kapitalisasi pasar tercatat Rp5.173,74 triliun. Artinya, dana sebesar Rp1.894,54 triliun menguap begitu saja akibat wabah virus corona.

Jumlah dana yang hilang tersebut setara dengan 74,5 persen dari nilai asumsi belanja negara yang ditetapkan dalam APBN 2020 sebesar Rp2.540,4 triliun atau 84,82 persen dari target penerimaan negara sebanyak Rp2.233,2 triliun.

Sebagai gambaran, jumlah tersebut adalah 28 kali lipat dari nilai klub sepakbola Real Madrid yang diperkirakan bernilai sekitar Rp64,4 triliun atau US$4,2 miliar berdasarkan data dari Forbes (asumsi kurs US$ 1 = Rp15.205).

Jumlah tersebut juga dapat membeli sebanyak 23.675 kardus mie instan yang masing-masing berisi 40 bungkus mie dengan asumsi harga satu kardus adalah Rp80.000. Artinya, kapitalisasi pasar yang menguap tersebut dapat dmembeli 947.000 bungkus mie instan.

Penurunan nilai kapitalisasi saham yang relatif besar tersebut juga disertai dengan penarikan modal asing. Berdasarkan data BEI, nilai net sell investor asing pada periode yang sama mencapai Rp8,55 triliun.

Adapun hingga 09.20 WIB, nilai IHSG terpantau melemah 2,64 persen atau 116 poin ke level 4.338,43. Pasar dibuka pada level 4.456,749 dan sempat mencapai posisi tertinggi pada 4.473,83.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Indeks BEI Virus Corona
Editor : Rivki Maulana
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top