Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Analis Sudah Prediksi IHSG ke Bawah 4.500, Saham Kakap Jadi Penekan

Pada perdagangan Selasa (17/3/2020) pukul 10.07 WIB, IHSG turun 4,6 persen atau 215,88 poin menjadi 4.474,78. Harga bergerak di rentang 4.698,04 – 4.474,57.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  10:17 WIB
Pengunjung menggunakan smarphone memotret papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Seni (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan
Pengunjung menggunakan smarphone memotret papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham di Bursa Efek Indonesia di Jakarta, Seni (16/3/2020). Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah analis sudah memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini akan turun ke bawah level 4.500 dan rupiah dapat mencapai Rp15.000 per dolar AS.

Pada perdagangan Selasa (17/3/2020) pukul 10.07 WIB, IHSG turun 4,6 persen atau 215,88 poin menjadi 4.474,78. Harga bergerak di rentang 4.698,04 – 4.474,57.

Sebanyak 306 saham memerah, sedangkan 46 saham naik, dan 73 saham stagnan. Nilai transaksi tercatat Rp2,02 trilun

Sejumlah saham jumbo yang menjadi penekan adalah BBCA (turun -6,36 persen), BMRI -6,75 persen, BBRI -4,86 persen, TLKM -6,96 persen, BBNI -6,61 persen, dan ASII -4,36 persen.

Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terpantau melemah 0,6 persen atau 90 poin menjadi Rp15.015 per dolar AS.

Kepala Riset MNC Sekuritas Edwin Sebayang menyampaikan lanjutan kejatuhan IHSG pada Selasa ini tidak tertahankan lagi menyusul semalam DJIA turun super tajam sebesar -12.93 persen, terburuk sejak peristiwa Black Monday pada tahun 1987.

“Rentang pergerakan IHSG hari ini 4,456 - 4,731, dan pergerakan rupiah Rp14,875 - Rp15,045 per dolar AS,” paparnya dalam publikasi riset, Selasa (17/3/2020).

Bursa AS jeblok walaupun The Fed sudah memotong FFR hingga 0 persen dan memompa market lebih dari US$700 miliar. Hal tersebut dilakukan di tengah terus bertambahnya jumlah korban tewas per 17 Maret secara global akibat Covid-19 mencapai 7,158 orang dan yang terjangkiti mencapai 182,442 orang.

Penyebaran Covid-19 yang paling cepat terjadi di Italia yang telah menjangkiti sekitar 27,980 orang dan menewaskan 2,158 orang (sehari naik 348 orang) dan di AS sendiri sudah menjangkiti 4,667 orang dengan jumlah yang tewas 87 orang berdasarkan data Worldometers Info.

Mengetahui IHSG berpeluang melanjutkan pelemahannya, di tengah secara valuasi sudah semakin sangat atraktif, Edwin merekomendasikan sangat selektif jika investor ingin melakukan Buy on Weakness maka dapat fokus atas saham super defensive dari Sektor Bank, Retail & Konsumer dalam perdagangan Selasa ini.

Sejumlah saham pilihan untuk buy on weakness hari ini adalah BBRI, ICBP, BBCA, UNVR, BMRI, TLKM

Director PT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya IHSG saat ini terlihat masih berpotensi untuk mengalami tekanan dengan proyeksi pergerakan pada rentang 4.498 – 4.734.

Menurutnya momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target investasi jangka menengah hingga jangka panjang.

“IHSG terlihat memiliki potensi melemah pada hari ini,” tulisnya dalam publikasi riset, Senin (16/3/2020).

Adapun beberapa saham yang direkomendasikan adalah BBCA, HMSP, PWON, GGRM, TLKM, EXCL, WIKA, serta BBNI.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah Indeks BEI
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top