Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Soal Rencana Obligasi, Chandra Asri (TPIA) Masih Wait and See

Chandra Asri berencana untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini. Namun, seiring dengan kondisi pasar yang tidak kondusif dalam beberapa perdagangan terakhir, perseroan akan mengkaji ulang tanggal rencana penerbitan.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 17 Maret 2020  |  20:31 WIB
Repro - Chandra Asri Petrochemical
Repro - Chandra Asri Petrochemical

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten petrokimia PT Chandra Asri Petrochemical Tbk. masih wait and see untuk merilis rencana penerbitan surat utang atau obligasi pada tahun ini.

Direktur Chandra Asri Petrochemical Suryandi mengatakan bahwa perseroan sesungguhnya berencana untuk menerbitkan obligasi pada tahun ini. Namun, seiring dengan kondisi pasar yang tidak kondusif dalam beberapa perdagangan terakhir, perseroan akan mengkaji ulang tanggal rencana penerbitan.

“Kami ada rencana tersebut [obligasi] pada tahun ini, tetapi harus cermati kondisi pasar terlebih dahulu sebelum tentukan kapan dan total rincian itu,” ujar Suryandi saat teleconference dengan media, Selasa (17/3/2020).

Sikap wait and see tersebut pun juga berlaku untuk rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau right issue oleh perseroan. Suryandi mengaku masih menanti waktu yang tepat untuk menjalankan aksi galang dana tersebut.

Untuk diketahui, emiten berkode saham TPIA itu telah mengantongi restu pemegang saham untuk melakukan right issue dengan jumlah maksimal rencana pengeluaran sebesar 7,1 miliar saham dengan nilai nominal Rp200 per saham.

Adapun, sepanjang tahun berjalan 2020, harga saham TPIA mencatatkan penurunan dan telah terkoreksi 41,69 persen, sehingga jika harga saat right issue menggunakan harga pasaran, maka nilai yang dapat dihimpun diprediksi terus tergerus.

Pada penutupan perdagangan Selasa (17/3/2020) saham TPIA berada di level Rp6.050 per saham. Apabila rights issue dilaksanakan dengan asumsi harga tersebut, maka TPIA berpotensi menggalang dana sebesar Rp42,95 triliun.

Dana tersebut lebih rendah dibandingkan dengan nilai right issue ketika rata-rata harga saham TPIA sepanjang Januari Rp9.497 per saham, TPIA berpotensi menggalang dana jumbo mencapai Rp67,42 triliun.

“Kami harapkan sentimen penyebaran ini cepat berlalu, sehingga semua yang ingin dilakukan sesuai dengan rencana,” papar Suryandi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi chandra asri aksi emiten
Editor : Hafiyyan
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top