Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda
Api menguar dari pipa di kilang minyak di Kalimantan, Indonesia. - Bloomberg/Dimas Ardian
Premium

Antara Virus Corona, Harga Minyak, dan Kinerja Emiten Migas

12 Maret 2020 | 15:19 WIB
Pergerakan harga minyak selama beberapa waktu terakhir menunjukkan koreksi yang sangat dalam. Wabah virus corona yang memengaruhi permintaan ditambah konflik internal di tubuh OPEC+ menjadi penyebab.

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak kembali jatuh setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan larangan masuk ke AS bagi orang-orang yang berasal dari Eropa selama 30 hari ke depan.

Kebijakan itu diberlakukan terkait penyebaran virus corona yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. World Health Organization (WHO) telah menetapkan wabah virus corona sebagai pandemi.

Dilansir dari Bloomberg, Kamis (12/3/2020), harga minyak berjangka di bursa London merosot 7 persen segera setelah Trump mengumumkan langkah tersebut. Selain itu, Kongres AS juga diminta untuk meloloskan relaksasi pajak penghasilan.

Harga minyak mentah sudah turun hingga 25 persen sepanjang pekan ini, seiring dengan menyusutnya permintaan global akibat penyebaran COVID-19 yang terus meluas.

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

BisnisRegional

To top