Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Matahari Putra Prima (MPPA) Tambah Persediaan Jelang Ramadan

Momen ramadan membuat tingkat konsumsi meningkat sehingga perseroan perlu menambah persediaan 1,5-2 kali dari kebutuhan reguler.
SVP Credit Cards Bank Mandiri Vira Widiyasari (dari kiri), Corporate Secretary & Director PT Matahari Putra Prima Tbk. Danny Kojongian, Senior Business Development Leader Visa Indonesia Jacqueline Hartono, dan Head of Product Visa untuk Asia Tenggara Shabab Muhaddes mendemonstrasikan penggunaan kartu kredit co-branding Mandiri Hypermart di Jakarta, Rabu (9/5/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan
SVP Credit Cards Bank Mandiri Vira Widiyasari (dari kiri), Corporate Secretary & Director PT Matahari Putra Prima Tbk. Danny Kojongian, Senior Business Development Leader Visa Indonesia Jacqueline Hartono, dan Head of Product Visa untuk Asia Tenggara Shabab Muhaddes mendemonstrasikan penggunaan kartu kredit co-branding Mandiri Hypermart di Jakarta, Rabu (9/5/2018)./JIBI-Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten PT Matahari Putra Prima Tbk. (MPPA), entitas yang mengoperasikan gerai ritel supermarket Hypermart, FMX dan Boston Foodmart menjamin persediaan tetap aman hingga momentum bulan Ramadan nantinya. 

Head of Corporate Communication Matahari Putra Prima, Fernando Repi mengatakan meski masyarakat tengah khawatir dengan penyebaran Covid-19 atau virus corona. Namun konsumsi masyarakat tetap dalam kondisi stabil. 

"Pengalaman kami kalau menjelang bulan puasa itu tidak ada konsumsi yang rendah. Cuma memang kami khawatir, orang menahan konsumsi karena mereka perlu saving, menahan pengeluaran," ujar Fernando kepada Bisnis, Rabu (11/3/2020). 

Namun dilihat dari tren, perseroan optimis bisa mendulang keuntungan dari momentum yang akan dimulai pada akhir bulan April mendatang. Fernando menjelaskan, ritel Hypermart umumnya sudah mulai menyediakan stok barang dua minggu sebelum bulan puasa. 

Dengan asumsi adanya tren peningkatan konsumsi, ritel umumnya akan menambah persediaan 1,5 hingga 2 kali lipat dari persediaan biasa. 

"Masing-masing peritel punya strategi. Hypermart sendiri punya basis konsumen sudah ada 7 juta, dari situ datanya kita olah. Karena bisa beda-beda. Di Bengkulu sama di Papua, tren konsumsinya bisa berbeda," sambung Fernando. 

Untuk itu, perseroan sendiri terus mendorong masyarakat melakukan konsumsi dengan melakukan promosi penawaran baik di gerai fisik maupun platform daring. Promosi dilakukan masing-masing peritel lewat kombinasi omni channel.

Sejauh ini, MPPA belum melaporkan laporan keuangan tahunan 2019. Namun, per September 2019 penjualan bersih emiten berkode saham MPPA itu tercatat sebesar Rp6,64 triliun turun 19,84% dari Rp8,28 triliun per kuartal III/2018.

Di lain pihak, Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menilai sektor consumer dan ritel sedikit banyak terdampak pada pola tren konsumsi masyarakat yang menurun pasca penyebaranvirus corona. Namun, Budi menyebutkan sektor ritel dan konsumer termasuk industri yang paling aman dengan dampak paling kecil dibandingkan sektor lain.

"Kalau terkena most likely iya, karena semuanya sedang down saat ini," ujarnya kepada Bisnis, Rabu (11/3/2020). 
Adapun, dia menyarankan investor untuk cermat dalam memilih dan melihat valuasi dari masing-masing emiten industri konsumer dan ritel sebelumnya akhirnya membeli sahamnya.
"Harus lihat valuasi masing-masing. Hampir semua saham saat ini murah sehingga kalau mau koleksi, pilihlah saham-saham 10 sampai 20 big caps yang masuk IDX30 atau LQ-45 yang terdiskon paling besar padahal kinerja keuangannya stabil atau bahkan masih bertumbuh," jelasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper