Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Mitrabahtera Segara (MBSS) Incar Kenaikan Omzet 10 Persen

Efisiensi operasional dan optimalisasi aset menjadi strategi perseroan untuk mendongkrak kinerja.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 10 Maret 2020  |  15:05 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Emiten pelayaran PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk. optimistis bisa mencetak pertumbuhan pendapatan sebesar 10 persen hingga akhir 2020 kendati kinerja perseroan dibayangi sentimen virus corona dan penurunan harga minyak mentah.

Wakil Direktur Mitrabahtera Segara Sejati Lucas Djunaidi mengakui, wabah virus corona menghasilkan tantangan tambahan guna mengejar target penerimaan tahun ini. Belum usai masalah virus corona, kinerja juga dibayangi tren harga minyak yang jatuh akibat perang harga antarprodusen.

“Untuk business plan 2020 belum ada perubahan. Kami masih optimistis dapat mencapai target meskipun virus corona dan krisis harga minyak ini menimbulkan tantangan-tantangan baru,” katanya saat dihubungi Bisnis, Selasa (10/3/2020).

Guna mencapai hal tersebut, ia mengatakan MBSS akan melakukan efisiensi secara internal dengan memotong biaya-biaya yang kurang terkait dengan operasional usaha. Selain itu, optimalisasi kinerja aset-aset yang sudah ada juga akan semakin digenjot dengan mengejar kontrak-kontrak baru.

Pada Februari lalu, MBSS baru menandatangani kerja sama dengan PT Artha Daya Coalindo dan berpotensi menambah pemasukan senilai US$9 juta.Perjanjian tersebut mengatur kerja sama pekerjaan pembongkaran batu bara dan penyewaan unit floating crane milik MBSS untuk SPOJ PLTU Suralaya Power Generation Unit yang akan digunakan Artha Daya Coalindo. Adapun jangka waktu perjanjian kerja sama ini adalah selama lima tahun.

MBSS juga akan mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar US$14,6 juta. Dana ini akan difokuskan pada anggaran pemeliharaan kapal dan scheduled docking untuk semua jenis kapal yang ada dalam armada. Jumlah capex meningkat bila dibandingkan dengan tahun lalu sebesar US$11,7 juta.

Lucas menambahkan perseroan belum memiliki rencana untuk melakukan penambahan armada kapal. Saat ini pihaknya masih terus melakukan review atas kondisi kapal yang ada dalam armada perusahaan guna menjaga kualitas pelayanan yang optimal kepada klien.

“Kemungkinan kami akan menambah capex untuk pembelian kapal baru, tetapi sifatnya bukan menambah tetapi mengganti kapal lama yang sudah tidak ekonomis lagi kinerjanya,” jelas Lucas.

Berdasarkan laporan keuangan perusahaan, hingga September 2019, MBSS mengantongi pendapatan senilai US$60,59 juta, meningkat 16,92 persen dibandingkan dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu US$51,82 juta.

Selain itu, perseroan mencatatkan laba bersih periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai US$547.220. Catatan tersebut membalikan rugi bersih periode berjalan per kuartal III/2018 senilai US$10,45 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak Kinerja Emiten Virus Corona
Editor : Rivki Maulana

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top