Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Strategi Panin AM Dorong Kinerja Reksa Dana

Untuk pembelian saham, Panin AM mengalokasikan pada penambahan porsi kepemilikan, bukan berburu saham emiten lain.
Dhiany Nadya Utami
Dhiany Nadya Utami - Bisnis.com 03 Maret 2020  |  14:41 WIB
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha
ILUSTRASI REKSA DANA. Bisnis - Himawan L Nugraha

Bisnis.com, JAKARTA—Kendati kinerja industri reksa dana sepanjang Februari kemarin terseret kondisi pasar yang terus tertekan, PT Panin Asset Management optimistis kinerja reksa dana akan mulai membaik dalam jangka menengah.

Direktur Panin Asset Management Rudiyanto mengatakan berdasarkan historisnya kekhawatiran bursa saham akibat suatu virus biasanya memang datang dengan cepat, tapi akan sirna sama cepatnya.

“Memang coronanya di minggu terakhir [Februari] menggila, tapi sekarang [IHSG] udah rebound kan?,”katanya saat dihubungi Bisnis.com, Selasa (3/3/2020).

Maka dari itu, Rudiyanto mengaku tidak terlalu khawatir dengan kondisi yang ada saat ini karena dia meyakini cepat atau lambat pasar akan selalu berbaik. Dia mengharapkan setidaknya April mendatang kepanikan soal dampak corona akan reda.

Adapun mengenai dampak pelemahan ke produk reksa dana, Rudiyanto menyebut sejauh ini transaksi nasabah Panin AM masih terbilang wajar baik dari sisi subscription maupun redemption. Pihaknya juga tak melakukan strategi khusus.

Menurutnya dia tak bisa mengasumsikan nasabah yang melakukan redemption dan menggeser kepemilikannya dari reksa dana saham ke reksa dana lain sepanjang Februari kemarin disebabkan oleh kepanikan investor akan dampak dari virus corona.

“Nggak bisa dipukul rata seperti itu. Mereka [nasabah] itu tidak seragam responnya, ada yang narik ada yang nggak. Terus ada yang pindah [ke produk reksa dana lain] ada yang nggak,” ujarnya.

Alih-alih, dia mengatakan situasi ini dapat dimanfaatkan untuk membeli saham yang valuasinya sedang murah secara bertahap. Namun, keputusan beli tetap mempertimbangkan likuiditas perusahaan.

“Kita kan harus selalu siap [kas] untuk redemption. Tapi kalau subs lagi melebihi redemption ya kita pakai uang itu untuk membeli secara bertahap,” kata Rudiyanto.

Panin AM juga belum berniat melakukan rebalancing portofolio. Untuk pembelian saham pun akan dialokasikan pada penambahan porsi kepemilikan saham yang telah mereka koleksi, bukan berburu emiten lain.

Sejauh ini, kata Rudiyanto, Panin AM melakukan penjualan saham untuk tiga alasan yakni menambah likuiditas untuk bayar nasabah yang redemption, saham yang dikoleksi sudah mencapai target harga, dan ada perubahan fundamental di suatu saham.

“Jadi misalnya dia dulunya fundamentalnya bagus tapi tiba-tiba dia lakukan sesuatu yang membuatnya jadi tidak bagus. Kalau bukan karena tiga alasan itu biasanya kita tidak lakukan penjualan,” tutupnya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reksa dana
Editor : Hafiyyan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top