Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham Pilihan Analis

IHSG berpeluang menuju ke resistance terdekat karena terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi rebound.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 26 Februari 2020  |  08:48 WIB
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). Bisnis - Eusebio Chrysnamurti

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan bakal rebound ke level 5.843 karena sudah mengalami fase jenuh jual.

Analis Binaartha Sekuritas Nafan Aji Gustama mengatakan support pertama maupun kedua memiliki rentang pada 5.767 hingga 5.747. Resistan pertama maupun kedua memiliki rentang pada 5.843 hingga 5.877.

Menurutnya, IHSG berpeluang menuju ke resistan terdekat karena terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi rebound.

"Berdasarkan indikator, MACD telah berhasil membentuk pola golden cross di area negatif. Meskipun demikian, Stochastic dan RSI sudah menunjukkan jenuh jual atau oversold," katanya.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor ialah PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) dan PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA)

"Terlihat beberapa pola hammer candle pada JPFA yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. Akumulasi beli pada area level Rp1.460 – Rp1.500, dengan target harga secara bertahap di level Rp1.525 sampai dengan Rp1.910," katanya.

Nafan menambahkan pergerakan harga WIKA masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Akumulasi beli pada area Rp1.940 sampai dengan Rp1.960.

Sementara itu, Analis Henan Putihrai Liza Camelia Suryanata mengatakan IHSG saat ini mencoba bertahan pada support 5.767. Itu adalah level terendah yang terjadi pada Mei tahun lalu.

Namun untuk target naik jangka pendek, kemungkinan bisa rebound ke 5.850 dan baru mencoba beranjak perlahan menuju 5.930 sampai 5.960 sebelum menembus level 6.000. Liza memilih PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) sebagai pilihan utama.

“Sektor yang defensif adalah konsumer dengan pilihan utama UNVR. Saya menyarankan memakai strategi Buy On Weakness di sekitar Rp6.500 sampai Rp7.000 diharapkan bisa jadi support psikologis,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top