Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Karyawan melintas didekat layar monitor perdagangan Indeks Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (17/2/2020). - Bisnis/Eusebio Chrysnamurti
Premium

Menaksir Prospek 'Kepulan' Saham HMSP

24 Februari 2020 | 15:07 WIB
Di tengah tekanan kenaikan tarif cukai rokok, bagaimana proyeksi pergerakan saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk. menurut para analis?

Bisnis.com, JAKARTA — Kenaikan cukai hasil tembakau dan harga jual eceran yang berlaku per 1 Januari 2020, diperkirakan bakal memengaruhi kinerja emiten rokok. Tak terkecuali PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk.

Proyeksi itu turut disampaikan oleh induk usaha emiten berkode saham HMSP ini. Dalam keterangannya, CEO Philip Morris International (PMI) André Calantzopoulos memprediksi penurunan pendapatan industri rokok akan menyentuh 6-7 persen pada 2020, sebagai imbas kenaikan cukai rokok.

Seperti diketahui, tarif cukai rokok naik 24 persen sejak awal 2020, dengan kenaikan minimal harga jual sebesar 46 persen. Kendati dimikian, Calantzopoulos berharap kondisi pasar akan membaik pada tahun depan.

Sebelum tarif cukai naik, harga jual produk juga sudah naik sebesar 8 persen pada Oktober 2019. Hal itu berimbas pada pergerakan harga saham perseroan pada 2019.

Presiden Direktur PT HM Sampoerna Tbk. Mindaugas Trumpaitis (tengah), Direktur Elvira Lianita (kanan), dan Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi Jumain Appe (kiri) memberikan keterangan pers, usai menandatangani nota kesepahaman kerja sama Penguatan Inovasi dengan Industri, di Jakarta, Rabu (22/5/2019)./Bisnis-Triawanda Tirta Aditya

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top