Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sucor Sekuritas Jagokan MDKA di Antara Saham Emas Lainnya

Kenaikan harga emas ke level US$1.611 per troy ounce tentu saja bakal mengerek kinerja saham-saham emiten tambang emas.
Pandu Gumilar
Pandu Gumilar - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  18:26 WIB
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti
Kondisi hutan Tumpang Pitu Banyuwangi yang menjadi area konsensi tambang emas oleh PT Bumi Suksesindo yang merupakan anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA). JIBI - Bisnis/Peni Widarti

Bisnis.com, JAKARTA – PT Sucor Sekuritas menjagokan saham PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) di antara emiten produsen emas lainnya seiring dengan menanjaknya harga batu kuning.

Head of Business Development Sucor Sekuritas Bernadus Wijaya mengatakan kenaikan harga emas ke level US$1.611 per troy ounce tentu saja bakal mengerek kinerja saham-saham emiten tambang emas. Namun, hanya dua emiten yang bakal terdorong naik signifikan, yaitu MDKA dan PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB).

“Di antara kedua emiten tersebut, MDKA lebih menarik untuk dilirik karena liquiditasnya yang tinggi di pasar, apalagi di tengah kondisi market yang tidak menentu ini,” katanya kepada Bisnis.com pada Kamis (20/2/2020).

Bernadus menambahkan MDKA saat ini diperdagangkan dengan price earning ratio (PER) 20 kali. Namun, harga saham emiten emas itu masih dapat melaju sebab pada penutupan perdagangan hari ini tercatat naik 40 poin ke level Rp1.300 atau 3,17 persen.

Bernadus menyampaikan bila MDKA bisa menembus Rp1.350 per saham, maka investor dapat melakukan aksi beli.

“Bila MDKA break di level itu akan membentuk new high record dan secara technical bisa menggunakan strategi buy on breakout,” katanya.

Bernadus menambahkan saat ini harga emas menyentuh harga tertinggi dalam 7 tahun terakhir akibat kekhawatiran yang meningkat terhadap dampak virus corona pada ekonomi global. Oleh karena itu, dia menganggap emas sebagai aset safe heaven menjadi pilihan investor di tengah market yang sulit diprediksi ini,

Selain itu, saham MDKA juga terdorong sentimen rencana dua cucu usahanya, yaitu PT Pani Bersama Tambang dan PT Puncak Emas Gorontalo yang akan mengakuisisi 100 persen saham PT Gorontalo Sejahtera Mining.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

merdeka copper
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top