Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harga Emas Kian Berkilau, Saham Tambang Emas Mana yang Paling Cuan?

Harga emas dunia baru saja mencetak rekor baru, yaitu menyentuh level psikologis US$1.600 per troy ounce. Rekor ini membuat investor memburu saham-saham penambang emas, termasuk di Indonesia. Lantas, saham mana yang paling memberikan prospek keuntungan ya?
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 20 Februari 2020  |  18:45 WIB
Tambang emas Martabe di Batang Toru, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2013). - Bloomberg/Dadang Tri
Tambang emas Martabe di Batang Toru, Sumatra Utara, Rabu (13/2/2013). - Bloomberg/Dadang Tri

Bisnis.com, JAKARTA - Kenaikan harga emas yang memecahkan rekor baru dalam beberapa perdagangan terakhir turut mengerek harga saham emiten yang memiliki pertambangan emas.

Untuk diketahui, harga emas dunia telah menembus US$1.600 per troy ounce pada perdagangan Rabu (19/2/2020). Di Bursa Efek Indonesia, mayoritas saham emiten pertambangan emas berhasil parkir di zona hijau pada penutupan perdagangan Kamis, (20/2/2020).

Saham PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) ditutup menguat 0,71 persen atua 5 poin ke level Rp710 per saham. Kemudian saham PT Merdeka Gold Copper Tbk. (MDKA) naik 3,17 persen atau naik 40 poin ke level Rp1.300 per saham.

Mengekor kedua emiten tadi, saham PT J Resources Asia Pasifik Tbk. (PSAB) juga ditutup di zona hijau dengan kenaikan 3,31 persen atau 8 poin di level Rp250 per saham.

Berbeda dengan laju saham tiga emiten tambang emas di atas, saham PT United Tractors Tbk. (UNTR) ditutup di zona merah dengan penurunan tipis 0,27 persen level Rp18.425 per saham. UNTR baru memiliki bisnis tambang emas setelah mengakuisisi PT Agincourt Resources pada 2018 lalu.

Analis Panin Sekuritas William Hartanto mengatakan dalam jangka pendek, pihaknya merekomendasikan pembelian saham-saham emiten tambangan karena berada dalam tren bullish alias berpoteni mengalami kenaikan untuk beberapa waktu ke depan.

“Karena, tentunya dengan naiknya harga emas dapat meningkatkan revenue mereka,” ujar William saat dihubungi Bisnis, Kamis (20/2/2020).

Namun, William mengimbuhkan, kenaikan harga emas tidak menjamin penjualan emiten yang memiliki tambang emas. Dia berpendapat, pada level tertentu pelaku pasar akan menganggap harga emas terlalu tinggi sehingga permintaan terhadap emas justru berbalik melemah.

William menjagokan saham MDKA sebagai saham yang paling banyak memanfaatkan momentum kenaikan harga emas. Dia menyebut, secara teknikal laju saham MDKA lebih stabil dibandingkan dengan emiten lainnya. Dia menargetkan, harga saham MDKA berada di kisaran Rp1.340 per saham hingga Rp1.400 per saham dalam jangka pendek.

Sebagai informasi, harga emas melonjak tajam seiring dengan meningkatnya minat investor terhadap aset investasi aman (safe haven) sebagia dampak dari virus corona atau covid-19. Dampak turunan dari virus corona diyakini akan berimbas secara global.

Pada perdagangan Kamis (20/2/2020) hingga pukul 17.58 WIB, harga emas berjangka untuk kontrak April 2020 di bursa Comex menguat tipis 0,07 persen di level US$1.613 per troy ounce sedangkan harga emas di pasar spot stabil di level U$1.610 per troy ounce.

Adapun, level tersebut merupakan level tertinggi emas dalam tujuh tahun terakhir. Sepanjang tahun berjalan 2020, emas telah bergerak menguat sekitar 5 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini rekomendasi saham
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top