Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Jasa Utama Capital Sekuritas Pede Pegang Mandat IPO Bernilai Besar

Untuk pertama kalinya, Jasa Utama Capital Sekuritas berani menjadi underwriter dengan kesanggupan penuh (full commitment) dalam rencaan IPO bernilai besar.
Direktur Dedi Tedjakusnadi, Direktur Utama Henry Kembaren, Penjamin Emisi Deddy Suganda Widjaja dari PT Jasa Utama Capital Sekuritas dan Komisaris Utama Agustinus Widjaja dalam acara Due Diligence Meeting & Public Expose PT Metro Healthcare Indonesia di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Rabu (19/2/2020)./Ria Theresia Situmorang.
Direktur Dedi Tedjakusnadi, Direktur Utama Henry Kembaren, Penjamin Emisi Deddy Suganda Widjaja dari PT Jasa Utama Capital Sekuritas dan Komisaris Utama Agustinus Widjaja dalam acara Due Diligence Meeting & Public Expose PT Metro Healthcare Indonesia di The Dharmawangsa, Jakarta Selatan pada Rabu (19/2/2020)./Ria Theresia Situmorang.

Bisnis.com, JAKARTA – PT Jasa Utama Capital Sekuritas mengaku optimistis rencana penawaran umum perdana atau IPO PT Metro Healthcare Indonesia (MHI) bisa berjalan sesuai harapan.

Presiden Direktur Jasa Utama Capital Sekuritas, Deddy Suganda Widjaja mengatakan penawaran umum perdana MHI menjadi tonggak baru perseroan sebagai penjamin emisi efek atau underwriter. Dia menyebut, perseroan akan menjadi penjamin efek dengan kesanggupan penuh (full commitment) untuk target dana yang besar.

“Ini adalah kali pertama. Sebenarnya, kita jualan juga bukan didasarkan skala. Tapi beberapa investor memang meminati karena kita mesti tes market-nya, situasinya berubah-ubah,” ujarnya Deddy saat public expose MHI di Jakarta, Rabu (19/2/2020).

Sebagaimana diketahui, MHI akan melepas 10 miliar lembar saham ke publik dengan target dana Rp1,1 triliun. Proses IPO dimulai dengan tahap penawaran awal atau bookbuilding hingga 21 Februari 2020 mendatang.

MHI akan memulai penawaran umum pada 2-6 Maret 2020 setelah mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan. Tanggal pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia diperkirakan berlangsung pada 13 Maret 2020.

Terkait dengan banyaknya kasus investasi seperti asuransi Jiwasraya dan Asabri yang membayangi kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Deddy mengatakan hal tersebut tidaklah menjadi kendala yang berarti.

Deddy membenarkan kondisi pasar modal pada kuartal I/2020 memang belum pulih. Dia memaklumi kondisi pasar modal saat ini banyak diterpa sentimen negatif.

"Kita tunggu stabil sampai titik bahwa pasar modal kita lebih kondusif. Saya sih yakin Jasa Utama Capital survive ya dengan kondisi sekarang,” tukasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper