Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BEI Siapkan Empat Produk Investasi Baru, Apa Saja?

Produk di luar bursa saham dibutuhkan agar alternatif instrumen semakin beragam.
Finna U. Ulfah
Finna U. Ulfah - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  18:36 WIB
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan
Pelajar berada di Main Hall Bursa Efek Indonesia Jakarta. Bisnis - Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah menyiapkan pengembangan empat produk alternatif investasi baru tahun ini.

Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia Hasan Fawzi mengatakan produk yang akan dirilis akan fokus pada penetrasi pasar di luar produk bursa saham. BEI berkomitmen penuh untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas terkait produk baru tersebut.

“Terdapat empat produk kebursaan yang saat ini sedang menjadi fokus utama bursa pada 2020, yaitu Exchange Traded Fund (ETF), Structured Warrant, IDX30 Futures, dan Single Stock Futures,” ujar Hasan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta (14/2/2020).

Dia menerangkan, pengembangan produk ETF dilakukan seiring dengan tren investasi melalui produk tersebut yang telah berkembang dengan baik dalam tiga tahun terakhir. Menurut BEI, Indonesia pun saat ini telah menjadi salah satu bursa dengan underlying ETF indeks lokal terbanyak di Asia Tenggara.

Oleh karena itu, pihak BEI mengaku juga tengah berencana menerbitkan indeks lokal baru. Berdasarkan data BEI, saat ini sudah terdapat 40 jenis produk ETF yang diperdagangkan.

Selain itu, saat ini terdapat tiga produk futures dengan underlying berupa produk ekuitas, salah satunya LQ45 Futures. Penerbitan produk futures baru, IDX30 Futures dan Single Stock Futures, pada tahun ini bertujuan untuk mengakomodasi investor ritel yang sebelumnya tidak terakomodir di kontrak berjangka yang tersedia di bursa.

Secara khusus, Hasan menyebut produk derivatif kontrak berjangka IDX30 Futures dan Single Stock Futures akan diluncurkan pada paruh pertama 2020.

Kepala Divisi Pengembangan Bisnis BEI Ignatius Denny menambahkan, peluncuran structured warrant atau waran terstruktur masih menanti payung hukum Otoritas Jasa Keuangan (POJK). “Kami sudah siap secara sistemnya, begitu POJK keluar kami bisa langsung luncurkan,” ujar Denny.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa efek indonesia
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top