Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pekan Depan, Analis Sarankan Saham Sektor Energi

Salah satu bidang yang patut dicermati adalah energi. Sejumlah kebijakan pemerintah terkait sektor ini dinilai cukup positif untuk perkembangan bisnis emiten.
Lorenzo Anugrah Mahardhika
Lorenzo Anugrah Mahardhika - Bisnis.com 14 Februari 2020  |  18:45 WIB
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P
Pengunjung memfoto layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di galeri PT Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (6/2/2020). Bisnis - Arief Hermawan P

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah saham di bidang energi dengan fundamental yang baik patut dikoleksi investor ditengah kondisi pasar saham yang tengah lesu.

Analis Binaartha Sekuritas Muhammad Nafan Aji mengatakan sejumlah saham yang hampir menyentuh harga terendah perlu diperhatikan saat ini. Pasalnya, potensi kenaikan harga saham-saham tersebut cukup terbuka untuk beberapa pekan ke depan.

Salah satu bidang yang patut dicermati adalah energi. Sejumlah kebijakan pemerintah terkait sektor ini dinilai cukup positif untuk perkembangan bisnis emiten.

Salah satu emiten potensial pada sektor ini adalah PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS). Menurut Nafan, kenaikan harga gas industri ke depan akan menjadi katalis positif untuk kinerja keuangan PGAS.

Hal tersebut juga didukung dengan rencana PGAS membangun 500.000 jaringan gas untuk sambungan rumah tangga yang didukung dengan APBN.

“Pada indikator RSI, PGAS juga sudah berada pada fase jenuh jual sehingga terbatasnya pelemahan pada pergerakan harga saham PGAS terbuka lebar,” jelasnya saat dihubungi pada Jumat (14/2/2020).

Saham milik PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. (PTBA) juga perlu dikoleksi oleh investor. Sentimen positif pada PTBA adalah komitmen perseroan untuk memproduksi batu bara kalori tinggi seiring dengan kebijakan pembatasan batu bara domestik yang dilakukan pemerintah.

Selain itu, PTBA juga berupaya melakukan diversifikasi bisnis melalui hilirisasi batubara dengan mengubah produk lain dengan teknologi gasifikasi. Upaya ini dinilai akan mengurangi ketergantungan negara untuk mengimpor gas untuk LPG.

Nafan juga merekomendasikan saham PT Adaro Energy Tbk (ADRO) untuk para investor pekan depan. Ia mengatakan, meskipun ADRO belum memiliki rencana mengakuisisi tambang batubara pada tahun ini, saham emiten ini masih cukup potensial.

Hal tersebut karena pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) yang dimiliki ADRO melalui PT Adaro Power.

“Secara teknikal, pergerakan saham ADRO juga sudah berhasil rebound dari batas bawah, sehingga berpotensi membentuk pola uptrend. Indikator SAR juga menunjukkan sinyal positif,” ujarnya.

Sementara itu, saham lain yang prospeknya cukup menarik adalah PT Indah Kiat Pulp and Paper Tbk (INKP). Pergerakan emiten di bidang pulp dan kertas ini didukung oleh permintaan kertas secara domestik yang terus meningkat.

Hal ini terjadi seiring dengan tren kenaikan belanja online yang membutuhkan kertas sebagai pembungkus barang.

Selain itu, pengurangan plastik dan limbah lain yang tidak ramah lingkungan menjadi peluang tersendiri bagi INKP untuk masuk menghadirkan barang subsitusi. Kesadaran masyarakat akan lingkungan juga akan menjadi sentimen positif bagi INKP karena akan meningkatkan permintaan terhadap tisu.

Emiten lain yang patut menjadi perhatian adalah PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM). Bagi TLKM, pertumbuhan bisnis digital, data, dan IT menjadi pendorong utama untuk meningkatkan laba perusahaan.

Selain itu, kemampuan TLKM meningkatkan pertumbuhan laba dan menekan biaya operasional juga menandakan kinerja perseroan yang semakin sehat dan profitable.

“Mereka juga dinilai sudah siap menyambut era layanan 5G dengan konsep business to business (B2B) yang akan menekan biaya operasional,” pungkasnya.

Adapun saham-saham lain yang juga potensial menurut Nafan adalah ACES, BBRI, BBNI, GGRM, PTPP, UNTR, dan ASII.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

rekomendasi saham
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top