Kurs Jisdor Dipatok di 13.659, Spot Rupiah Menguat Lagi

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.659 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (12/2/2020).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 12 Februari 2020  |  10:49 WIB
Kurs Jisdor Dipatok di 13.659, Spot Rupiah Menguat Lagi
Karyawan melintas di dekat logo Bank Indonesia di Jakarta, Senin (3/2 - 2020).

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp13.659 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Rabu (12/2/2020).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp13.659 per dolar AS, menguat 27 poin atau 0,19 persen dari posisi Rp13.686 pada Selasa (11/2/2020).

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot menyentuh level Rp13.657 per dolar AS dengan penguatan 18 poin atau 0,13 persen pada Rabu (12/2) pukul 10.05 WIB dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (11/2/2020), nilai tukar rupiah berakhir di level Rp13.675 per dolar AS dengan penguatan 37 poin atau 0,27 persen, setelah terdepresiasi selama dua hari berturut-turut sebelumnya.

Penguatan nilai tukar rupiah mulai berlanjut pada Rabu (12/2) dengan dibuka terapresiasi 0,12 persen atau 17 poin di level Rp13.658 per dolar AS. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp13.655-Rp13.660 per dolar AS.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

Tanggal

Kurs

12 Februari

Rp13.659

11 Februari

Rp13.686

10 Februari

Rp13.708

7 Februari

Rp13.647

6 Februari

Rp13.662

Sumber: Bank Indonesia

Kurs rupiah menguat terhadap dolar AS untuk hari kedua, sejalan dengan penguatan sebagian besar mata uang emerging market di Asia, saat investor mencermati tanda-tanda yang membaik atas wabah virus corona (coronavirus) jenis baru yang kini memiliki nama resmi Covid-19.

Dikutip dari www.worldometers.info, korban jiwa akibat wabah virus corona di China tercatat 1.111 orang hingga Rabu pukul 05.00 WIB, bertambah sebanyak 95 jiwa sejak Selasa (12/2).

Sementara itu, kematian di luar China terjadi di Filipina dan Hong Kong masing-masing sebanyak 1 orang. Dengan demikian, wabah virus ini telah merenggut total 1.113 nyawa.

Dari total 44.838 kasus virus corona di seluruh dunia hingga Rabu (12/2), sebanyak 7.345 di antaranya dalam kondisi kritis. Meski demikian, jumlah pasien yang dinyatakan sembuh juga bertambah menjadi 4.536 orang.   

“Terus menurunnya jumlah kasus baru yang dikonfirmasi dan kasus suspect menunjukkan ruang untuk pemulihan dalam daya tarik aset berisiko,” ujar Divya Devesh, kepala riset valas untuk Asean dan Asia Selatan di Standard Chartered Bank.

“Kurs rupiah cenderung menerima keuntungan dalam kondisi ini karena dampak langsung yang terbatas dari wabah tersebut dan buffer yield yang memadai,” tambahnya, seperti dilansir dari Bloomberg.

Ia memperkirakan rupiah akan diperdagangkan di kisaran Rp13.550 - Rp13.750 per dolar AS dalam waktu dekat.

Seiring dengan pergerakan kurs rupiah, indeks dolar AS yang melacak pergerakan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, bergerak ke level 98,753 dengan naik tipis 0,032 poin atau 0,03 persen pada pukul 09.56 WIB dari level penutupan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (11/2), indeks dolar ditutup terkoreksi 0,11 persen atau 0,111 poin ke posisi 98,721, mematahkan rangkaian kenaikan yang mampu dibukukan enam hari perdagangan beruntun sebelumnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jisdor, virus corona

Editor : M. Taufikul Basari
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top